Dampak Karhutla Kian Parah: Kasus ISPA di Kalbar Tembus 151 Ribu

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02 WIB

 

Pemandangan kabut asap yang sangat pekat. (DOK ANTARA)
Pemandangan kabut asap yang sangat pekat. (DOK ANTARA)

 PROKAL.CO- Krisis kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalbar telah menembus lebih dari 151 ribu kasus sejak Januari 2026. Lonjakan penderita paling parah terkonsentrasi di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah seiring makin pekatnya kabut asap.

Merespons kondisi darurat tersebut, Kemenkes langsung memobilisasi 314 tenaga kesehatan (nakes) serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis ke kawasan terdampak.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog," ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin.

Secara nasional, karhutla telah berdampak pada lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi. Untuk mendukung fasilitas kesehatan lokal di Kalbar, Kemenkes menyalurkan logistik berupa 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator, tabung Oxycan, APD, hingga obat-obatan dan makanan tambahan. Program "Oase Udara" juga diterapkan di faskes guna menyuplai oksigen bagi pasien yang mengalami sesak napas.

Mengingat puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September 2026, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu mengenakan masker, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga daya tahan tubuh. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
kalbar