PROKAL.CO- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah agresif untuk menundukkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian membara di Kalimantan Barat. Menanggapi minimnya curah hujan alami selama sepekan terakhir, BNPB memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menerjunkan perlengkapan pemadaman darat ekstra, serta menyiagakan armada 30 unit helikopter water bombing dan patroli udara di wilayah Kalimantan.
"Kondisi karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut. Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati. Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut," ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Suharyanto menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi teknis bersama BMKG, penyemaian awan menggunakan garam (OMC) kembali diintensifkan guna memancing hujan buatan di titik-titik rawan. Selain gempuran dari udara, Satgas Darat juga disokong dengan tambahan alat pelindung diri (APD), high-pressure pump, serta alokasi hingga 100 unit mobil tangki air per provinsi untuk mempercepat suplai air pemadaman.
Langkah masif ini diambil menyusul arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan penanganan bencana asap. Pasalnya, kepekatan kabut asap sempat memperpendek jarak pandang di sejumlah kota seperti Pontianak, Banjarbaru, dan Palangka Raya pada pagi hari.
Meski demikian, BNPB memastikan lalu lintas penerbangan di bandara utama seperti Bandara Supadio Pontianak masih berjalan aman. Pemerintah pusat bersama Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat Posko Kesehatan Terpadu guna meminimalisasi dampak paparan asap terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Pontianak Post