Langit Pontianak Kian Mengkhawatirkan: Partikel Debu Halus Tembus Level Berbahaya 594 Mikrogram

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:45 WIB

 

Infografis
Infografis

 

PONTIANAK – Kualitas udara di Kota Pontianak kembali membentang sinyal bahaya bagi kesehatan warga. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kecamatan Pontianak Tenggara, konsentrasi partikel debu halus PM2.5 melonjak drastis hingga menembus kategori berbahaya, dengan angka puncaknya menyentuh 594 mikrogram per meter kubik pada Rabu (27/8/2026) siang.

Data yang terekam selama kurun waktu 24 jam memperlihatkan dinamika kualitas udara yang sangat fluktuatif namun meresahkan. Memasuki Selasa (26/8/2026) siang hingga sore, kadar PM2.5 sempat bertahan di kisaran 200 hingga 300 mikrogram per meter kubik. Meski sempat melandai pada sore hingga dini hari ke titik terendahnya di angka 102 mikrogram, pekatnya polusi kembali merayap naik saat malam hari hingga menyentuh 443 mikrogram per meter kubik.

Kondisi terburuk justru menghantam saat warga mulai memulai aktivitas pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, angka konsentrasi debu halus tercatat di level 380 mikrogram, sebelum akhirnya melonjak secara ekstrem menjelang siang. Angka tersebut merangkak cepat dari 532, meningkat ke 566, hingga akhirnya meletus di angka 594 mikrogram per meter kubik pada pukul 11.00 WIB—jauh melampaui ambang batas aman 500 mikrogram yang dikategorikan berbahaya.

Meski grafik pemantauan menunjukkan sedikit penurunan ke level 474 mikrogram per meter kubik pada tengah hari, kualitas udara di Pontianak tetap bertahan pada kategori sangat tidak sehat.

Situasi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat, mengingat paparan partikel halus berukuran mikroskopis tersebut berisiko tinggi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga masalah jantung. Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta ibu hamil diimbau keras untuk mengurangi aktivitas outdoor dan selalu mengenakan masker standar penyaring partikel halus apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah. Lonjakan tajam dalam waktu singkat ini sekaligus memicu perlunya tindakan cepat otoritas terkait untuk menelusuri sumber utama pencemaran udara di wilayah Pontianak dan sekitarnya.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
pontianak