Kepungan 2.164 Hotspot Membara di Kalbar, Udara Sungai Raya Tembus Level Berbahaya

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:25 WIB
Petugas berupaya memadamkan karhutla.
Petugas berupaya memadamkan karhutla.

 

PROKAL.CO-  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan. Pemantauan satelit BMKG mencatat sebanyak 2.164 titik panas (hotspot) mengepung wilayah Kalbar, dengan sebaran terbanyak melanda Kabupaten Ketapang yang menyumbang 1.402 titik.

Koordinator Harian Pusdalops PB BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa dari ribuan hotspot yang terdeteksi lewat sensor VIIRS dan MODIS tersebut, sebanyak 200 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi. Selain Ketapang, sebaran titik panas juga membakar sejumlah wilayah lain seperti Kubu Raya dengan 196 titik, Kayong Utara 127 titik, hingga Melawi 112 titik.

Maraknya titik api berimbas langsung pada pekatnya kabut asap yang merusak kualitas udara dan memangkas jarak pandang (visibility). Di Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, hingga Ketapang, jarak pandang anjlok hingga di bawah satu kilometer. Kondisi terparah melanda wilayah Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, di mana konsentrasi partikel polutan PM2.5 menembus angka harian maksimum 528,8 µg/m³—masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan. Kategori serupa juga tercatat di Jongkat, Kabupaten Mempawah.

Menanggapi situasi darurat racun udara ini, Pemerintah Kota Pontianak bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan masker dan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan pihaknya siap menerbitkan surat edaran resmi guna menunda berbagai agenda ruang terbuka hingga kondisi atmosfer membaik.

"Untuk kegiatan di luar ruangan sebaiknya ditunda dulu demi mencegah lonjakan kasus ISPA, terutama bagi warga yang memiliki riwayat asma. Kami berharap kabut asap ini segera berlalu," tegas Edi.

Meski pencitraan satelit Himawari-9 mulai menangkap potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah utara dan timur Kalbar, BMKG mengingatkan bahwa mayoritas wilayah Kalbar masih masuk dalam peta kerawanan tinggi karhutla hingga awal September mendatang. Para orang tua pun diimbau ekstra ketat mengawasi anak-anak selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung di rumah. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
sungai raya kalbar