Militer Jepang Siap Mendarat di Kalbar, Pakai 3 Helikopter dan 180 Personel Bantu Padamkan Karhutla

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:26 WIB
Tim Personel Militer Jepang bersama TNI melakukan survei fasilitas Asrama Haji Pontianak sebagai persiapan tempat tinggal selama pelaksanaan misi bantuan penanganan Karhutla di Indonesia, Senin (31/8). (ISTIMEWA)
Tim Personel Militer Jepang bersama TNI melakukan survei fasilitas Asrama Haji Pontianak sebagai persiapan tempat tinggal selama pelaksanaan misi bantuan penanganan Karhutla di Indonesia, Senin (31/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini mendapat dukungan penuh dari taraf internasional. Pemerintah Jepang secara resmi menerjunkan armada militer Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit untuk membantu operasi pemadaman karhutla yang kian meluas di wilayah Kalimantan.

Dalam misi kemanusiaan ini, militer Jepang memboyong kekuatan penuh dengan mengerahkan tiga unit helikopter berat tipe CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force serta kapal angkut utama JS Kunisaki. Tak hanya armada udara dan laut, sekitar 180 personel militer Jepang dipastikan bakal diterjunkan langsung dan dijadwalkan tiba di Kota Pontianak dalam waktu dekat.

Guna menyambut kedatangan pasukan asing tersebut, tim gabungan personel militer Jepang dan TNI telah melakukan peninjauan serta survei langsung ke Asrama Haji Pontianak pada Senin (31/8/2026). Fasilitas tersebut disiapkan sebagai markas transit dan tempat tinggal bagi para personel Jepang selama menjalankan operasi bantuan penanganan karhutla dalam kurun waktu 21 hari ke depan.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin, menyampaikan bahwa Asrama Haji Pontianak pada dasarnya selalu siap difungsikan sebagai sarana pendukung dalam misi darurat bencana. Kendati menjadi titik transit utama bagi ratusan personel militer, ia memastikan pelayanan reguler untuk haji dan umrah di lokasi tersebut tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.

Mengenai jadwal kepastian pendaratan pasukan Jepang di Bumi Khatulistiwa, Kamaludin menyebutkan bahwa informasi awal memperkirakan kedatangan pada 10 September 2026, meski masih menunggu kelengkapan adiminstrasi dan surat resmi dari pemerintah pusat.

Kehadiran militer dari Negeri Sakura ini semakin menambah daftar panjang jajaran pasukan yang difasilitasi di Asrama Haji Pontianak. Sebelumnya, ratusan personel dari Mabes TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, hingga jajaran Brimob Polri juga telah menempati lokasi tersebut sebelum akhirnya disebar ke berbagai titik rawan karhutla di kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalbar