Dampak Karhutla di Supadio: Kabut Asap Pekat Paksa Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Kecewa

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:30 WIB
Sejumlah calon penumpang berkumpul di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, Kamis (3/9) malam.
Sejumlah calon penumpang berkumpul di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, Kamis (3/9) malam.

PONTIANAK — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9) malam. Jarak pandang yang merosot drastis memaksa sejumlah penerbangan maskapai grup Lion batal terbang demi keselamatan.

Situasi tersebut sempat memicu ketegangan di ruang tunggu lantai 2 Bandara Supadio sekitar pukul 18.10 WIB. Calon penumpang yang sudah menunggu sejak pagi meluapkan kekecewaannya usai mendapat kepastian bahwa penerbangan mereka dibatalkan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson, mengimbau masyarakat untuk tetap berkepala dingin dalam menyikapi gangguan operasional tersebut.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama,” tegas Rensa.

Rensa menerangkan, kendala utama dipicu oleh pesawat yang hendak menjemput penumpang tidak bisa mendarat di Supadio akibat terhalang jarak pandang yang minim.

“Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.

Sejumlah penerbangan Lion Group yang terdampak pembatalan meliputi Wings Air penerbangan IW1340, IW1344, dan IW1346 rute Ketapang; Lion Air JT955 tujuan Batam; Super Air Jet IU701 rute Jakarta, IU341 rute Surabaya, serta IU661 rute Yogyakarta; hingga Batik Air ID6227 menuju Jakarta.

Personel Polres Kubu Raya yang berada di lokasi langsung turun tangan meredam situasi dan memberikan pengertian agar tidak terjadi gesekan. Pihak maskapai pun memberikan opsi solusi berupa refund (pengembalian uang tiket) atau reschedule (penjadwalan ulang) bagi para penumpang yang terdampak.

Rensa menekankan, kendati memahami kekecewaan warga yang memiliki urusan mendesak, keselamatan penerbangan merupakan hal yang tak bisa ditawar.

“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga, maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan,” pungkas Rensa. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
SUPADIO PONTIANAK