Tragedi Karhutla Kalbar: Orangutan 'Sempurna' Mati Usai Derita Sesak Napas Akibat Paparan Asap

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:00 WIB
Orangutan bernama Sempurna akhirnya mati.(Kemenhut)
Orangutan bernama Sempurna akhirnya mati.(Kemenhut)

 

KETAPANG — Duka mendalam menyelimuti upaya penyelamatan satwa dilindungi di Kalimantan Barat. Seekor orangutan yang dinamai "Sempurna" akhirnya mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat dievakuasi dalam kondisi sekarat dari sebuah parit kering di kawasan perkebunan kelapa sawit, Kabupaten Ketapang.

Mamalia bernama latin Pongo pygmaeus ini pertama kali ditemukan warga pada Minggu (30/8/2026) di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara. Saat ditemukan, kondisi Sempurna sangat memprihatinkan—tidak mampu berdiri dan mengalami sesak napas berat.

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) langsung bergerak cepat mengevakuasi dan memberikan penanganan medis intensif, termasuk bantuan oksigen dan infus. Namun, kondisi Sempurna terus menurun hingga mengalami henti napas. Upaya resusitasi (CPR) yang dilakukan tim medis tak membuahkan hasil, dan Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan pada Selasa (1/9/2026), ditemukan kerusakan patologis serius pada organ paru-paru, jantung, dan ginjal. Ditemukannya kongesti dan atelektasis parsial pada paru-paru menguatkan dugaan bahwa Sempurna mengalami hipoksia akut akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pekat.

Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka mendalam atas kematian satwa langka ini sembari mengapresiasi kepekaan warga setempat.

“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,” terang Murlan, Jumat (4/9/2026).

Murlan menegaskan pentingnya peran aktif warga untuk terus melaporkan keberadaan satwa liar yang terdesak ke pemukiman atau kebun akibat karhutla, tanpa melakukan tindakan penanganan mandiri yang berisiko.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalbar orangutan