Hujan Tak Merata Belum Mampu Meredam Kabut Asap, Udara Pontianak dan Kubu Raya Tetap Berbahaya

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:00 WIB
Hujan tidak merata Selasa sore belum mampu menghilangkan kabut asap.
Hujan tidak merata Selasa sore belum mampu menghilangkan kabut asap.

 
PONTIANAK — Guyuran hujan yang sempat membasahi sejumlah wilayah Pontianak dan Kubu Raya rupanya belum cukup kuat untuk mengusir kabut asap. Kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada level yang sangat mengkhawatirkan, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang sempat menembus kategori Berbahaya.

Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, konsentrasi PM2.5 di Kubu Raya sempat melonjak hingga 596,4 mikrogram per meter kubik pada Selasa (8/9) pagi. Meski sempat turun pada sore harinya ke angka 374,2 mikrogram per meter kubik, status kualitas udara tercatat masih bertahan di zona Berbahaya.

BMKG menjelaskan bahwa turunnya hujan lokal tidak secara otomatis memulihkan kualitas udara. Kondisi sebaran asap masih sangat bergantung pada titik panas (hotspot), arah angin, kelembapan udara, serta intensitas curah hujan yang belum merata di wilayah Kalimantan Barat.

Pekatnya kabut asap juga berdampak langsung pada jarak pandang (visibility) di kawasan vital, seperti di sekitar Bandara Internasional Supadio. BMKG mencatat jarak pandang di area bandara sempat merosot hingga berada di kisaran 800 meter akibat pekatnya asap.

Kondisi cuaca di Kalimantan Barat secara umum masih didominasi oleh musim kemarau. Hujan yang turun saat ini umumnya bersifat lokal dan berdurasi singkat, sehingga dampaknya dalam menetralisasi polusi asap di udara masih sangat terbatas.

Sebagai langkah penanganan, BMKG Kalbar terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan setiap potensi awan hujan guna membasahi lahan-lahan yang terbakar. Melihat situasi udara yang belum membaik, masyarakat di Pontianak dan Kubu Raya diminta untuk tidak lengah serta tetap membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Persoalan kabut asap belum dapat dianggap selesai hanya karena hujan sudah turun. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker saat udara berada dalam kondisi tidak sehat," imbau BMKG.

Bagi calon penumpang pesawat terbang, BMKG juga mengingatkan untuk memantau pembaruan jadwal dan kondisi penerbangan secara berkala, mengingat fluktuasi jarak pandang di sekitar Bandara Supadio dapat berubah cepat tergantung pergerakan asap. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kubu raya pontianak