Evakuasi Darurat di Tengah Kepungan Asap: 24 Satwa Liar Korban Karhutla Kalbar Berhasil Diselamatkan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:30 WIB
Petugas menyelamatkan orangutan terdampak karhutla beberapa waktu lalu. (Kemenhut)
Petugas menyelamatkan orangutan terdampak karhutla beberapa waktu lalu. (Kemenhut)

PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kalimantan Barat tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengusir satwa liar dari habitat aslinya. Sepanjang periode 1 Agustus hingga 10 September 2026, Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan pihak terkait berhasil menyelamatkan 24 individu satwa liar dari ancaman jeratan api dan kepulan asap.

Puluhan satwa dilindungi tersebut dievakuasi dari 18 lokasi yang tersebar di tiga kabupaten. Dari total satwa yang diselamatkan, terdapat 15 individu orangutan, enam trenggiling, satu bekantan, satu kukang, serta satu musang tenggalung. Penyelamatan dilakukan berdasarkan operasi patroli ketat dan laporan masyarakat yang masuk melalui saluran siaga (call center).

Salah satu aksi evakuasi terbaru menyasar induk dan anak orangutan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. "Kami menindaklanjuti laporan warga mengenai keberadaan induk dan anak orangutan yang berkeliaran di sekitar kebun. Dari hasil pemantauan, habitat di sekitarnya sudah hangus terdampak Karhutla sehingga tak lagi menyediakan tutupan hutan yang memadai," ujar salah seorang petugas tim gabungan penyelamat satwa.

Induk orangutan betina berusia 20 tahun yang diberi nama Mama Man dan anak jantannya yang baru berusia tujuh bulan, Man, berhasil dievakuasi pada 3 September 2026. Sehari setelahnya, tim kembali menyelamatkan empat orangutan lain—Noval, Nopan, Mamak Novi, dan Novi—di kawasan Desa Pemangkat, Kabupaten Kayong Utara. "Keenam orangutan ini kami titiprawatkan sementara di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, perawatan, dan rehabilitasi intensif," jelas pihak Balai KSDA Kalimantan Barat mengenai langkah penanganan medis pasca-evakuasi.

Seluruh satwa liar yang dievakuasi akan terus menjalani perawatan medis hingga kondisi Karhutla di alam liar mereda. "Penyelamatan ini dilakukan sampai kondisi Karhutla di sekitar habitat dinyatakan aman. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi teknis, orangutan akan dirilis dan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya apabila situasi sudah memungkinkan," tegas perwakilan Kemenhut.

Pihak Balai KSDA Kalimantan Barat menegaskan bahwa partisipasi aktif dari warga sangat krusial dalam menyelamatkan satwa dari kepungan api. "Penyelamatan satwa liar tidak dapat dilakukan sendiri. Laporan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan satwa yang terdampak Karhutla," pungkasnya seraya mengimbau warga untuk segera melapor melalui nomor call center resmi jika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
kalbar orangutan