Hotspot Karhutla Kalbar Melandai, Kabut Asap Tebal Masih Kepung Pontianak

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:30 WIB
Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area bekas karhutla untuk mencegah api kembali menyala. (Humas Polri)
Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area bekas karhutla untuk mencegah api kembali menyala. (Humas Polri)

 
PONTIANAK — Jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat tercatat menurun drastis. Meski demikian, penurunan titik api tersebut belum sepenuhnya membebaskan Kota Pontianak dari selimut kabut asap pekat yang masih membatasi jarak pandang warga.

Berdasarkan data Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan per Kamis malam, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalbar menyusut menjadi 39 titik. Angka ini merosot tajam dibandingkan hari sebelumnya yang sempat menembus 134 titik. "Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan sebelum ditentukan sebagai lokasi kebakaran," ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi.

Meski titik api melandai, data BMKG menunjukkan jarak pandang di wilayah Pontianak dan sekitarnya masih terganggu akibat akumulasi asap dari lahan gambut yang terbakar. Di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak misalnya, jarak pandang sempat menyusut hingga kisaran 1 hingga 1,2 kilometer dengan status udara kabur berasap. Pekatnya asap disinyalir berasal dari proses pendinginan lahan gambut—seperti di kawasan Rasau Jaya, Kubu Raya—yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah meski pemadaman telah berlangsung selama tiga pekan.

Menanggapi situasi ini, tim gabungan terus menyiagakan pemantauan darat dan penggeboman air (water bombing) untuk menuntaskan sisa bara api. "Masyarakat diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar," tegas Ristianto seraya meminta warga segera melapor ke Posko Karhutla Kemenhut jika menemukan titik api baru. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
hotspot pontianak