2 Hari Tak Pulang Usai Pamit Nongkrong, Warga Sanggau Ditemukan Tewas Tertimpa Motor Sendiri

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 08:08 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi seorang pria ditemukan meninggal dalam posisi tertelungkup dan tertimpa sepeda motor di Dusun Lape, Kecamatan Kapuas, Sanggau, Senin (28/9). Polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian.
Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi seorang pria ditemukan meninggal dalam posisi tertelungkup dan tertimpa sepeda motor di Dusun Lape, Kecamatan Kapuas, Sanggau, Senin (28/9). Polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian.

SANGGAU — Warga Dusun Lape, Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria pada Senin (28/9/2026) pagi. Pria berinisial PA (48) tersebut ditemukan meninggal dunia dalam posisi telungkup dengan sepeda motor berada tepat di atas tubuhnya.

Lokasi penemuan jasad korban berada di sebuah jalan gang penghubung antara RT 003 dan RT 005. Di dekat titik kejadian, terdapat kondisi jembatan yang sudah dalam keadaan terputus atau roboh.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh seorang warga setempat berinisial HT (50) yang saat itu sedang berjalan kaki menuju warung. Kaget melihat ada tubuh manusia tergeletak tertimpa sepeda motor bernomor polisi KB 3109 DL, HT langsung memberitahukan warga sekitar dan melapor ke Polsek Kapuas.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Kapuas bersama Pamapta III Polres Sanggau, Unit Inafis, dan Satuan Lalu Lintas langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Unit Inafis Polres Sanggau bersama petugas medis Puskesmas Pembantu Desa Lape, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan akibat tindak pidana pada tubuh korban. Namun, petugas mendapati adanya luka di bagian kepala yang diduga akibat benturan keras dengan permukaan jalan beton.

Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan gang tersebut hingga terjatuh dan tertimpa kendaraan miliknya sendiri. Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, menegaskan bahwa kepolisian belum menyimpulkan secara pasti apakah kondisi jembatan yang roboh menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.

“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, memeriksa kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi. Untuk penyebab pasti meninggalnya korban, kami masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, keterangan saksi, keluarga, dan pihak medis,” terang Marianus.

Guna menyusun rincian kronologi, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk istri korban berinisial SY (45). Dari keterangan sang istri, diketahui bahwa PA telah meninggalkan rumah sejak Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban saat itu berpamitan untuk bersantai bersama rekan-rekannya di kawasan ramp kelapa sawit.

Pihak keluarga menegaskan bahwa korban tidak memiliki riwayat persoalan rumah tangga maupun perselisihan dengan pihak lain sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kini, keberadaan jembatan terputus serta kondisi penerangan jalan saat malam kejadian masih menjadi fokus pendalaman kepolisian. Setelah seluruh proses identifikasi awal di lokasi rampung, jenazah korban telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Iptu Marianus mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi atau membuat kesimpulan liar terkait penyebab kematian korban sebelum seluruh tahapan penyelidikan resmi kepolisian selesai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada petugas,” pungkas Marianus. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Pontianak Post
sanggau