PONTIANAK—Komisi I DPRD Kalimantan Barat melakukan monitoring ke Kabupaten Bengkayang di tengah Pandemi Covid-19. Selama dua hari belakangan, mereka berkunjung dalam rangka melihat sejauh mana aktivitas Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PLTU Bengkayang.
“Sesuai tupoksi kami, kegiatan Komisi I langsung melihat TKA yang bekerja di PLTU Pasir Panjang, Kabupaten Bengkayang,” kata Syarif Amin, Koordinator Komisi I DPRD Kalbar, Jumat(5/6) seperti diberitakan Pontianakpost.co.id.
Menurutnya seperti pembicaraan Kepala Daerah Kalbar beberapa waktu lalu, bahwa di tengah pandemi Covid-19, untuk sementara TKA masuk ke Kalbar dibatasi atau tidak diperbolehkan.
“Makanya, Komisi kami (Komisi I) melihat berapa banyak TKA yang berada di PLTU Pasir Panjang,” ucap dia. Nah, selama berada di PLTU Bengkayang, ternyata jumlah TKA asal Tiongkok masih tersisa delapan (8) orang saja. Mereka memang bekerja berkaitan dengan peralatan dan mesin-mesin dari negeri asalnya. ”Jadi, boleh dibilang, mereka tenaga ahlinya. Sebanyak delapan orang TKA tersebut berhubungan dengan peralatan inti,” jelasnya.