Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kreator Konten Trik Hitung Cepat Matematika dari Pontianak

izak-Indra Zakaria • 2023-08-08 11:58:22
Lianna Nathania
Lianna Nathania

Lianna Nathania adalah seorang kreator konten dari Kota Pontianak. Kontennya mengulas tips dan trik hitung cepat matematika yang dibawakan dengan gaya komunikatif dan mudah dipahami. Punya jutaan pengikut di berbagai akun platform media sosial, ia ingin mematahkan stigma matematika mata pelajaran yang menyeramkan. 

Oleh : Siti Sulbiyah

Bagi sebagian orang, matematika adalah momok yang menakutkan. Pelajaran ini dianggap rumit dan sulit karena selalu berkaitan dengan angka dan rumus-rumus. Karena sulitnya itulah, matematika seringkali dicap mata pelajaran yang menyebalkan sehingga kurang disukai.

Stigma seperti inilah yang ingin dipatahkan oleh Lianna Nathania. Lewat konten-konten yang diunggah ke sosial media, perempuan berusia 24 tahun ini ingin memperkenalkan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan dan mudah dipecahkan. 

“Awalnya saya menyadari adanya stigma terhadap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menyeramkan.  Dari situ saya tertarik untuk coba mengupload video di platform Tiktok sebagai langkah pertama untuk mematahkan stigma tersebut,” ungkap Lianna, menceritakan motivasinya membuat konten bertema matematika.

Sejak Agustus 2020, di tengah Pandemi Covid-19, perempuan yang tinggal di Kota Pontianak ini aktif membuat konten-konten edukasi terutama yang membahas trik hitung cepat matematika. Ia mengemas materi matematika yang rumit menjadi video singkat dengan penjelasan yang sederhana.

Beragam konten membahas soal matematika dengan trik hitung cepat ia bikin secara konsisten. Soal yang dibahas mulai dari matematika tingkat SD, SMP, SMA termasuk soal tes seperti UTBK, CPNS dan BUMN. Sekalipun tidak ada trik cepatnya, tetap diupayakan dibahas dengan penjelasan yang lebih sederhana agar mudah dipahami.

“Selain itu saya juga sering berbagi tips belajar yang kiranya bisa bermanfaat bagi siswa,” tuturnya. Ada tiga platform media sosial yang ia gunakan, yakni instagram @lianna.nathania, Tiktok liannanathania, dan Youtube Lianna Nathania. Kini, ada jutaan akun menjadi pengikut media sosial miliknya. Hingga kini, ada lebih dari 700 konten yang ia buat. 

Seiring waktu, jumlah tontonan dan komentar di setiap konten berdatangan. Ia merasa mendapat banyak respon positif yang mengatakan bahwa penjelasan dalam kontennya mudah dipahami. Hal inilah yang menjadi motivasi untuk terus konsisten mengunduh video edukatif dengan berbagai materi dan trik hitung yang jarang diajarkan di sekolah. 

“Tujuan utama saya adalah untuk membangun cara belajar matematika dari sudut pandang yang baru agar menjadi lebih menyenangkan untuk dipelajari,” tuturnya.

Sejujurnya, kata Lianna, ia bukan orang yang suka dengan matematika. Adapun trik yang dibagikan adalah hal yang juga baru ia pelajari. Karena merasa tahu trik hitung cepat itu menarik, ia terpacu untuk bikin matematika menjadi lebih seru.

“Itu yang bikin saya jadi semangat lihat matematika,” imbuhnya.

Sebisa mungkin penjelasan dalam konten matematika yang ia bagikan mudah dipahami oleh para penontonnya. Sulung dari tiga bersaudara ini ingin membantu pelajar yang nggak suka matematika bisa jadi lebih tertarik untuk memahami pelajaran ini.

“Melalui konten saya, saya ingin membangun pandangan baru agar matematika terasa lebih fun untuk dipelajari,” tutur Alumni Santu Petrus Pontianak ini. 

Baginya, belajar matematika sangat penting bagi generasi bangsa, karena matematika menjadi pelajaran yang mendasari hampir semua mata pelajaran lain seperti fisika, kimia, geografi hingga akuntansi. Dari kelompok pelajaran IPA & IPS, semua pasti membutuhkan matematika di dalamnya. Selain itu matematika bisa membantu mempunyai pola pikir sistematis yang akan sangat bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai konten kreator yang sudah menggeluti profesi ini selama hampir tiga tahun, diakuinya tak sedikit tantangan yang dihadapi. Tantangan terbesar dari seorang konten kreator seperti dirinya adalah mencari ide kreatif dengan konten yang tetap bersifat edukasi.

“Bagaimana caranya audience tetap stay untuk nonton isi video walaupun tahu kontennya tentang pembelajaran itu yang harus diperhatikan setiap membuat video dan menjadi tantangan tersendiri sebagai kreator edukasi,” paparnya.

Selain itu, durasi video juga harus diperhatikan agar tidak terlalu panjang sehingga penonton bisa tetap tertarik untuk nonton kontennya sampai akhir. Walaupun durasi videonya singkat, namun harus dikemas seefektif mungkin dan mudah dipahami oleh penonton.  

Ada beberapa pengalaman menarik selama menjadi konten kreator edukasi. Salah satunya adalah berkesempatan untuk diundang menjadi narasumber oleh team Kementrian Pendidikan RI untuk ikut menyuarakan perihal Program Indonesia Pintar. Hal tersebut merupakan sebuah kehormatan baginya yang dapat dipercaya untuk ikut andil dalam penyuaraan program tersebut. 

Menjadi kreator konten pendidikan dengan jutaan pengikut (followers), juga membuatnya berkesempatan untuk bekerjasama dengan berbagai brand besar. Salah satunya adalah kerjasama dengan Google Indonesia untuk menyuarakan pendidikan bagi perempuan dalam merayakan Hari Kartini. Kerja sama dengan perusahaan teknologi terbesar di dunia itulah yang menurutnya paling berkesan. 

Namun, dari semua pengalaman yang didapatkan, apresiasi dan dukungan dari banyak teman online di sosial media adalah yang paling berharga menurutnya. “Dukungan mereka juga yang membuat saya semakin semangat untuk terus upload konten, tanpa support dari mereka saya tidak mungkin bisa sampai di titik ini sekarang,” tuturnya.

TERBITKAN BUKU

Lianna Nathania tak begitu menyangka dengan banyak respon baik para pengguna media sosial terhadap konten-konten yang ia buat. Tak hanya dalam jumlah penonton dan like, respon baik itu banyak didapatkan melalui komentar-komentar positif yang membuatnya merasa konten yang dibuat bermanfaat untuk memajukan pendidikan. 

“Jujur sangat diluar ekspektasi saya. Saya tidak menyangka akan banyak orang yang menyukai konten matematika yang saya bagikan dan tertarik untuk belajar bersama,” tuturnya. 

Lianna bercerita, setiap memberi soal berupa tantangan di setiap video yang diunggah, para followers selalu antusias untuk ikut menjawab. Selain itu, mereka juga senang untuk memberi request materi yang harus dijelaskan pada video berikutnya. Hal inilah yang membuatnya merasa penjelasan yang diberikan mudah dipahami serta bisa membantu meningkatkan nilai matematika mereka di sekolah.

Tak cukup dengan konten digital yang dibuat, alumni Universitas Multimedia Nusantara ini juga menerbitkan sebuah buku berisi tentang trik matematika. Buku yang baru saja terbit bulan Juni yang lalu itu berjudul Math Tricks. 

“Buku ini berisi penjelasan materi secara singkat dan jelas dengan bahasaku sendiri,” ucapnya. 

Fokus dari buku ini adalah untuk membahas trik hitung cepat matematika yang jarang dipelajari di sekolah. Melalui buku ini, ia berharap bisa sedikit banyak membantu pelajar Indonesia untuk bisa belajar matematika dengan lebih gampang lagi. “Dan sekarang sudah resmi rilis di seluruh Gramedia di Indonesia,” tuturnya.

Punya Karya Ilmiah Pendeteksian Wajah

Lianna Nathania adalah perempuan yang berasal dari Kota Pontianak kelahiran November 1998. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan perempuan satu-satunya. Ia mengenyam pendidikan di SMP-SMA di Santu Petrus Pontianak ini dan merupakan alumni S1 di Universitas Multimedia Nusantara jurusan Computer Science. Di kampus tersebut, ia lulus dengan gelar Sarjana Komputer pada 2020 lalu dengan predikat Cumlaude. 

Bagi Lianna, pengalaman paling berkesan selama masa sekolah adalah saat aktif berpartisipasi dalam kegiatan di luar kelas seperti menjadi anggota OSIS dan mengikuti berbagai macam lomba. Saat kuliah, ia juga aktif sebagai anggota BEM di kampus hingga menjadi asisten dosen dan berkesempatan melakukan presentasi paper penelitian di luar negeri. 

“Saya memiliki karya ilmiah tentang pendeteksian wajah yang dipublikasikan di jurnal internasional bernama Scopus,” katanya. 

Menonton film, membaca buku, dan mendengarkan lagu merupakan aktivitas yang paling ia senangi. Film favoritnya adalah yang bergenre mystery dan science-fiction. Sedangkan buku yang suka dibaca kebanyakan bertema self improvement. 

“Kalo untuk lagu, penyanyi yang paling sering saya putar lagunya dari masa remaja sampai sekarang adalah Taylor Swift, lagu-lagunya sangat enak didengar dan membuat saya happy setiap mendengarkannya di waktu senggang,” imbuhnya. 

Belajar aneka bahasa juga menjadi favoritnya. Saat ini, ia menguasai tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.

Ada satu kutipan yang begitu menarik dan menjadi pegangannya hingga saat ini. “Jangan pernah takut untuk bermimpi, bermimpilah setinggi langit, karena walaupun jatuh, akan jatuh di atas bintang-bintang,” kata dia mengungkapkan kutipan favoritnya. (sti)

Editor : izak-Indra Zakaria