SINGKAWANG-Belum lepas ingatan warga akan kasus pembunuhan seorang wanita di Kelurahan Naram, kini kembali warga Jalan Gunung Merapi dibuat geger atas kematian Yanto (33) yang diduga bunuh diri sekitar pukul 05.30 wib di lokasi belakang rumah kediamannya, Rabu (2/9).
Tewasnya Yanto, pertama kali disaksikan sang ibu Bong Kim Ngo (70) pagi itu. Sang anak terkapar bersimbah darah di tanah di belakang rumah. Yanto tewas dengan posisi terbaring ditanah dan penuh dengan darah disekujur tubuhnya.
Sang ibu menuturkan usai tejaga dari tidur ia menuju dapur lalu membuka pintu dapurnya. Namu ia melihat pintu dapur yang sudah terbuka, ia lantas curiga dan melihat keluar dari pintu tersebut. Tak disangka ia melihat anaknya bersimbah darah. Ibu mana yang tak histeris milihat kondisi anaknya tak pelak berteriak.
“Sewaktu saya lihat dia, anak saya masih bilang ‘mama-mama’ gitu sambil kejang-kejang,” ujar Bong Kim Ngo seperti diberitakan pontianakpost.co.id.. Karena panik, ia pun memanggil anggota keluarga yang lain dan meminta memanggilkan para tetangga untuk dimintai pertolongan.
Sang ibu bercerita saat sebelum kejadian nahas itu. Sekira pukul 04.30 wib, ia melihat sang anak pergi ke toilet untuk buang air kecil, ia telah melihat anaknya modar mandir didalam rumah seperti gelisah tak menentu.
Ia pun sempat menanyakan kepada anaknya tentang apa yang anaknya pikirkan. “Dia bilang ndak apa-apa ma,” ujar Bong Kim Ngo. Mendengar jawaban anaknya, ia pun segera kembali ke kamar dan tidur. Hingga pada pukul 05.30 WIB ia kemudian bangun dan hendak membuka pintu dapurnya yang biasanya terkunci.
Sebelumnya, sejak satu minggu belakangan, ia sudah melihat keanehan anaknya tersebut, bahkan korban telah sering kali mengatakan ingin bunuh diri.
“Dia tu jadi berubah gitu, jadi sering melamun, kita tanya juga jawabnya juga tidak nyambung, sering bilang ‘lebih baik aku mati aja’ ke saya,” ujar sang ibu. Ia menerangkan telah berkali-kali menanyakan permaslahan yang dialami anaknya. Namun korban sama sekali tidak mengungkapkan permasalahannya. Sehingga pihak keluarga tidak mengetahui permasalahan yang dialaminya.
Tentunya, Kematian korban pun menjadi kesedihan bagi Bong Kim Ngo. Keluarga dan kerabat korban pun silih berganti berdatangan menenangkan ibu paruh baya tersebut.
Keluarga pun terus berupaya menanyakan kepada Yanto terkait permasalahan yang ia alami, namun Yanto seolah tidak ingin membebani keluarganya dan menyembunyikan permasalahannya sendiri.
Keluarga pun sering mendengar dari tetangga bahwa Yanto sering kali melamun dipinggir jalan, tidak jauh dari rumah. Salah satu keluarga korban, Aliong (46) menuturkan saat Yanto ditemukan bersimba darah, telah ada luka sayatan yang dalam pada pergelangan tangan kirinya.
“Saya datang itu, Yanto sudah bersimbah darah disekujur tubuhnya, ditangan kirinya ada luka sayatan panjang,” ujar Aliong. Pada waktu kejadian pun ia menerangkan tidak ada teriakan sama sekali oleh Yanto, hingga akhirnya ia ditemukan terkapar bersima darah oleh ibu kandungnya di belakang rumahnya. Selain itu, Aliong menuturkan Yanto menggunakan pisau peninggalan kakeknya untuk mengakhiri nyawanya sendiri.
“Pisaunya itu peninggalan kakeknya dulu, cuma kami taunya dia yang simpan,” ujarnya. Terpisah, Kasat ResKrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo menerangkan saat ini pihak Kepolisian sedang melakukan penyelidikan penyebab kematian korban. “Kami masih melakukan proses penyelidikan, untuk saat ini, jajaran satreskrim bersama Polsek Barat sudah melakukan olah TKP” ujarnya. (har)
Editor : izak-Indra Zakaria