Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Disetiap Kecamatan di Kayong Utara Bakal Banyak Pohon Kopi

izak-Indra Zakaria • Rabu, 15 Juni 2022 - 18:02 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 Bupati Kayong Utara Citra Duani mendorong pengembangan perencanaan kopi di Kayong Utara, satu diantaranya perkebunan kopi di ini di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti. Apalagi, menurut Bupati dengan kopi satu di antaranya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu dirinya berharap pengembangan perkebunan kopi ini dapat dilakukan setiap kecamatan di daerah ini.

Menurut Bupati, dukungan pemerintah tentu terus dilakukan. Untuk itu, dalam hal ini penanaman kopi jenis liberika, menurut dia, harus dilakukan di masing-masing kecamatan. Tentunya, lanjut dia, hal ini guna memenuhi kebutuhan di pasaran. Apa lagi kopi liberika di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti ini, menurut dia, menjadi prakarsa dalam pengembangan kopi di Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

“Dengan prakarsa kopi di Desa Podorukun nanti kita canangkan semua kecamatan agar dapat menanam kopi, sehingga stok kopi kita tetap tersedia dan masyarakat petani bisa berbagi dalam memanfaatkan tanahnya. Sehingga ada porsi kopi liberika di masing-masing desa atau kecamatan,” terang Bupati, Jumat (10/6) saat ditemui di Pendopo Bupati Istana Rakyat.

“Itu sebagai upaya pemerintah daerah dalam rangka menengah dan jangka panjang suatu saat nanti pesanan kopi itu membeludak. Karena antara produksi dan baha baku ini harus berkesimbangan, apalagi kalu sampai kita sudah pameran, apa lagi ada pesan sampai puluhan hingga ratusan kilo. Makanya Kayong Utara kita dorong supaya masyarakat kita menanam kopi, dengan tidak melupakan kopi jenis-jenis lainnya,” tambah Bupati.

Bupati berpesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pertanian dan Pangan Kayong Utara agar dapat secara intens dalam melakukan pendampingan kepada para petani kopi. Di samping itu, menurut dia, juga perlu adanya pendampingan dari penggiat kopi seperti dilakukan Iwan Kojal.

“Dinas Pertanian dan perkebunan terus melakukan pembinaan kepada para petani-petani kita, bukan hanya sifatnya tanaman pangan, tetapi juga perkebunan kopi ini, supaya hasil yang didapat dapat dibandingkan sawit dan kopi. Ternyata hitungan-hitungan kita kopi lebih menguntungkan daripada sawit dan proses penanamannya tidak terlalu sulit. Tinggal kita pendamping atau penyuluh pertanian secara rutin melihat perkembangan masing-masing yang menanam kopi. Termasuk bang Iwan Kojal  banyak membantu petani-petani kita sehingga sekarang kopi Kayong Utara lebih dikenal. Inilah salah satu pendamping yang kita harapkan petani-petani juga berharap kepada dia tetap eksis bisa bersama menjadi kemitraan,” sambung Citra.

 

Selanjutnya, Prosesor Kopi Liberika Indonesia, Gusti Iwan Darmawan, UMKM Kojal Coffee Indonesia menilai, dalam pengembangan kopi di Kayong Utara, Bupati sangat merespon positif. Apa lagi kopi di Kayong Utara ini dapat sebagai komoditas unggulan. Keseriusan tersebut, menurut dia, saat melakukan pertemuan dalam pembahasan kopi langsung melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Pangan, hingga Kepala Desa Podorukun.

“Pak Bupati menyampaikan respons positif untuk pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan. Informasi yang ada di ada dua yang diunggulkan, peratama, olahraga tinju; kedua, kopi, dan masih ada lainnya. Itu salah satu respons sangat kita tunggu-tunggu. Alhamdulillah Pak Bupati memanggil beberapa pihak terkait OPD Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perkebunan dan Pj. Kades Podorukun, Kecamatan Seponti. Karena yang dibutuhkan memang tata ruang,” terang Iwan, sapaan akrab pria ini.

Sebab, kata Iwan, dalam pengembangan perkebunan kopi saat ini untuk tata ruang sangat diperlukan dan kejelasan di Desa Podorukun. Harapan dia, Kayong Utara dapat menjadi penghasil kopi terbaik di Indonesia.

“Jadi tata ruang itu yang diinginkan kejelasan untuk tata ruang perkebunan kopi di Desa Podorukun akan menjadi sebagai sentral kopi, itu menjadi salah satu Program Bupati disambut senang oleh petani kopi dan pegiat kopi, menjadikan sebagai satu motivasi kuat sekali untuk mengembangkan di Kabupaten Kayong Utara sebagai Kabupaten penghasil kopi terbaik di Indonesia,” kata Iwan yang juga sebagai pendamping petani kopi di Kayong Utara.

 

Selanjutnya, mengenai kopi di Kayong Utara, menurut dia, akan ada kejutan bagi dunia perkopian. Kejutan tersebut, kata dia, dalam pengembangan kopi ke depan dilakukan di setiap kecamatan. Selain di Desa Podorukun, di antaranya, diungkapkan dia, ada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir.

“Kita segera sebagai surprise tahun ini, dari kami petani kopi liberika Kayong Utara  tunggu saja tanggal mainnya, kita akan ada kado terindah untuk Kalimantan dan Indonesia. Selanjutnya, untuk pengembangan kopi di Kayong Utara tidak cukup dalam satu desa, Kecamatan, tetapi harus ada pengembangan di bidang lainnya, di Simpang Hilir, di Sukadana, dan banyak sekali lokasi yang bisa dikembangkan. Salah satunya di Desa Rantau Panjang, dan tahun ini menjadi kerjaan dengan TNGP, Yayasan Palung, dan NGO dan juga berbasis kopi dan juga didukung dengan KPH,” sambung Iwan.

Iwan menjelaskan, dalam pengembangan kopi di daerah konservasi bernaungan di Taman Nasional Gunung Palung (Tangupa) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang akan melakukan budidaya kopi besar-besaran. Harapan dia, 5 tahun ke depan dapat ekspor kopi ke negara lain.

“Induknya kalau kopi-kopi di daerah konservasi harus berkoordinasi dan dukungan dari KPH dan TNGP yang akan melakukan budidaya kopi secara besar-besaran di Kabupaten Kayong Utara. Intinya pemerintah saling mendukung, baik Pemerintah Pusat melalui wakil rakyat di pusat untuk pegembangan kopi Kayong Utara. Harapannya 5 tahun ke depan kita baru ekspor. Karena untuk sekarang belum mencukupi dan baru di domestik, dan kita akan berusaha dengan kembangkan bersama beberapa pihak, dan akan ada pengembangan lahan sekitar 200 hektare penanaman baru kopi liberika Kayong Utara dan baru bisa mencukupi untuk kuota ekspor. Karena  kalau sekarang belum cukup masih 80 – 100 hektare saja,” jelasnya. (dan)

 

Editor : izak-Indra Zakaria