Warga di Jalan Juanda, Kecamatan Pontianak Kota dibuat resah dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membawa celurit. Jika dibiarkan tanpa ditindak, dikhawatirkan hari nahas, tanpa pikir panjang ODGJ tersebut menikam warga.
“Ada ODGJ sering berjalan di Jalan Juanda. Kadang pagi hari, kadang juga sore hari. Belum lama ini, ia muncul kembali. ODGJ itu sempat duduk di depan rumah. Ia mengeluarkan celurit,” ungkap Yudi kepada Pontianak Post, kemarin.
ODGJ itu mengeluarkan celuritnya di dalam karung yang dibawa. Saat celurit dikeluarkan, ia memainkan celurit itu dan mengasah agar senjata tersebut tetap terlihat tajam. Sebagai masyarakat, melihat ODGJ yang berkeliaran membawa senjata tajam, tentu membuat resah. Ia takut, ketika hanya orang tua di rumah, ODGJ khilaf lalu menikam orang-orang di dekatnya. Ia meminta pemeritah yang menangani ODGJ dapat menindaklanjuti keresahan dari masyarakat. Sebab ODGJ ini membawa senjata tajam.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali meminta, Dinas Sosial dapat melakukan tindakan cepat dalam penanganan ODGJ ini. “ODGJ ini membawa sajam. Tentu sudah sangat meresahkan,” ujarnya.
Menurut Ali, senjata tajam dibawa buat mengamankan diri ODGJ tersebut. Namun jika masyarakat melihat ODGJ memain-mainkan sajam sudah tentu membuat masyarakat resah. Pandangannya, saat ini cukup banyak ODGJ berkeliaran di jalan. Sudah tentu harus ditangani. Apalagi prilaku ODGJ yang membuat masyarakat takut.
Ia menyarankan, pendataan ODGJ yang berkeliaran di Pontianak perlu dilakukan. Kemudian data ODGJ itu dikoordinasikan ke rumah sakit jiwa. Jika pernah dirawat di RSJ, sudah pasti data ODGJ tersebut tersimpan. Dengan begitu petugas Dinsos bisa mengambil langkah selanjutnya. Jika berasal dari luar Pontianak Dinsos bisa koordinasikan dengan Dinsos tempat ODGJ itu berasal.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Hidayati menuturkan, dalam penanganan ODGJ pihaknya akan melakukan tindakan di lapangan dengan mengamankan ODGJ dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong.
Kaitan dengan ODGJ yang meresahkan dan membawa sajam dibilangan Jalan Juanda hingga kini, belum ada laporan yang diterima dari masyarakat ke Dinsos. Namun, adanya informasi ini menjadi dasar pihaknya untuk turun ke lapangan mencari ODGJ itu.
Menurutnya, jika ODGJ membawa sajam, sudah tentu meresahkan masyarakat. Takutnya hal-hal yang tak diinginkan terjadi, seperti merusak rumah warga sampai membahayakan warga. Penanganan ODGJ, tentu akan dibawa ke RSJ Sungai Bangkong. Apabila gangguannya begitu berat, maka akan dibawa ke RSJ Kota Singkawang.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ODGJ yang berkeliaran di jalan. “Bagi masyarakat yang melihat ODGJ, apalagi sampai meresahkan bisa hubungi kami (Dinsos),” tegasnya. (iza)
Editor : izak-Indra Zakaria