Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dorong Pelestarian Gambut dan Mangrove di Sekolah

izak-Indra Zakaria • 2023-08-27 12:14:12
MULOK: Sejumlah pelajar SMPN 12 Sungai Raya melakukan praktik menanam nanas di lahan gambut di halaman belakang sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan Mulok Gambut dan Mangrove. (Ashri Isnaini/Pontianak Post)
MULOK: Sejumlah pelajar SMPN 12 Sungai Raya melakukan praktik menanam nanas di lahan gambut di halaman belakang sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan Mulok Gambut dan Mangrove. (Ashri Isnaini/Pontianak Post)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya terus mengoptimalkan upaya pelestarian gambut dan mengrove di Kubu Raya.

Ketua Tim Pengembang Kurikulum Gambut dan Mangrove, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, mengutarakan salah satu upaya yang dilakukan dengan menerapkan Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove sejak akhir tahun 2022 lalu.

Firdaus mengutarakan sejak diterapkan pada akhir tahun 2022 lalu hingga saat ini, praktisnya sesuai instruksi Bupati Kubu Raya sejak tahun pelajaran 2023 yang dimulai pada Juli lalu, hampir semua sekolah baik SD dan SMP di Kubu Raya sudah menerapkan kurikulum Mulok tersebut secara terintegrasi.

“Karena sudah ada instruksi bupati, jadi harusnya semua sekolah sudah menerapkan kurikulum Mulok gambut dan mangrove, tetapi memang karena Mulok Gambut dan Mangrove ini dikemas secara terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya, sehingga tidak terlalu terlihat,” papar Firdaus kepada Pontianak Post, Jumat (25/8) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya.

Adapun strategi penyampaian mata pelajaran Mulok tersebut katanya dilakukan secara terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran. Untuk jenjang SMP, sambung Firdaus, muatan gambut dan mangrove diiintegrasikan dengan mata Pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. “Nantinya tidak menutup kemunginan mata Pelajaran lainnya juga bisa kami integrasikan dengna Mulok gambut dan mangrove,” imbuhnya.

Di dalam praktiknya, pembelajaran tiga mata Pelajaran tersebut kata dia, sama seperti biasanya, nantinya materi Mulok diselipkan dengan materi tiga pelajaran tersebut. “Jadi tidak menganggu mata pelajaran umum, seperti Bahasa Indonesia, IPA dan IPS, karena di saat yang sama informasi tentang gambut dan mangrove disisipkan saat guru memberikan 3 mata pelajaran umum tersebut,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya ini menambahkan, karena Mulok Gambut dan Mangrove diterapkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya, maka pihak sekolah tidak memerlukan guru tambahan, karena guru pelajaraan IPA, IPS dan Bahasa Indonesia selain menyampaikan materi masing-masing pelajaran, juga bisa menyisipkan tentang materi Mulok gambut dan mangrove.

“Dan guru-guru yang memberikan mata pelajaran tersebut sebleumnya juga diberikan pelatihan, sehingga bisa optimal menyampaikan materi Mulok gambut dan mangrove disela-sela menyampaikan materi mata pelajaran umum lainnya,” ucapnya.
Ditanya mengenai berapa lama proses penyusunan kurikulu Mulok Gambut dan Mangrove, kata Firdaus, proses penggarapan unntuk membuat kurikulum gambut dan mangrove sekitar 1 tahun lebih, yakni di tahun 2021-2022 dan dilaunching akhir Desember tahun 2022.

Firdaus pun berharap melalui penerapan kurikulum Mulok mangrove dan gambut di semua sekolah di Kubu Raya bisa membuat pemeliharaan ekosistem gambut dan mangrove lebih optimal ke depannya.

“Pemeliharaan gambut dan mangrove ini, menjadi tanggung kawab kita bersama ya, kita mengambil tugas dan tanggung jawab itu, salah satunya dengan menerapkan Mulok Gambut dan Mangrove di sekolah,” tuturnya.
“Kami meyakini, dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat mulai dari kalangan pelajara terhadap gambut dan mangrove maka nantinya kepedulian dan kesedaran Masyarakat dalam menjaga pelestarian gambut dan mangrove juga semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Sungai Kakap, Imron menambahkan penerapan kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove di SMP 1 Sungai Kakap disambut antusias para siswa.

"Alhamdulillah penerapan kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove SMP 1 Sungai Kakap tidak ada kendala, karena gurunya sudah dapat pelatihan dalam menerapkan Mulok gambut dan mangrove ini, para siswa juga antusias mengikuti pelajarannya,” ucapnnya.

Untuk tahap awal kata Imron, pelajaran Mulok gambut dan mangroven di SMPN 1 Sungai Kakap, masih berupa materi-materi, namun jika semuanya sudah lebih siap, lanjut Imron, maka juga akan dilakukan praktik lapangan terkait Mulok gambut dan mangrove ini.

“Jadi setelah teori, kami inginkan kenalkan ke siswa seperti apa bentuk dan sifat dan gambut dan mangrove dengan turun langsung praktik ke lapangan untuk mempelajarinya, sehingga diharapkan para pelajar ini bisa lebih mudah memahami mengenai gambut dan mangrove,” ujarnya. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria