Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Kaki Enam Jam, Pekerja Migran Kabur dari Hutan Kawasan Malaysia

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 2 September 2023 | 11:57 WIB
Sejumlah orang asal Sulawasi dan Jawa Barat nyaris menjadi korban TPPO, namun berhasil selamat dan kini diamankan Selter BP3MI Pontianak. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Sejumlah orang asal Sulawasi dan Jawa Barat nyaris menjadi korban TPPO, namun berhasil selamat dan kini diamankan Selter BP3MI Pontianak. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

 Empat warga asal Jawa Barat menjadi korban perdagangan orang di Kuching, Malaysia. Keempat orang ini awalnya diimingi kerja di Kalimantan Barat sebagai buruh pemasangan tower, namun dibawa ke Malaysia.

Wahyudin, seorang korban menceritakan, bersama tiga rekannya tiba di Kalbar sekitar dua bulan lalu. Berangkat menggunakan pesawat dan langsung dijemput oleh seseorang yang tidak dikenal. 

“Sekitar pukul empat pagi, saya terbangun dan kaget sudah di dalam hutan. Saya kira sudah di tempat kerja, rupanya masuk perbatasan,” katanya saat ditemui di shelter BP3MI Kalbar, kemarin. 

Perbatasan negara yang dilintasi Wahyudin dan rekannya bukan lintasan resmi, melainkan jalur tikus yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia yang berada di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau.

Para pekerja ini tidak mengetahui jika daerah yang mereka masuki adalah wilayah Malaysia. Sebab, tak pernah ada perjanjian akan bekerja di Malaysia. Mereka juga tak mengantongi paspor.

 

“Tiba-tiba pas masuk daerah itu, sinyal HP tak ada. Baru tahu kalau itu Malaysia dari situ,” timpal Edi, rekan Wahyudin.

Keempat orang ini mau tidak mau bekerja untuk memasang tower. Hal ini terpaksa dilakukan, lantaran mereka sudah harus menanggung utang yang tak pernah diketahui sebelumnya.

“Empat orang kami tiba-tiba harus membayar 4.000 Ringgit. Satu orangnya 1.000 Ringgit. Kami tidak diberikan gaji,” kata Wahyudin. 

Pekerjaan di negeri jiran itu mereka geluti selama kurang lebih dua pekan. Namun karena tak tahan, keempat orang ini akhirnya kabur dari lokasi tersebut. Mereka berjalan kaki selama enam jam untuk keluar.

“Jalan kaki enam jam, terus ada ketemu orang baik. Kemudian kami diinapkan semalam dan dibawa pakai mobil travel diantar ke KJRI,” kata Edi.

Setelah sampai di KJRI, mereka kemudian diidentifikasi. Pihak KJRI Kuching memfasilitasi proses repatriasi keempat warga Jawa Barat ini melalui PLBN Entikong. Proses berikutnya mereka diserahkan ke pihak BP3MI Kalbar.

Saat ini, keempat orang warga Jawa Barat itu menunggu pemulangan kembali ke daerah asal. Bersama 10 orang lainnya yang berasal dari Sulawesi Selatan. Sebanyak 10 orang ini adalah PMI nonprosedural yang masuk melalui PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala BP3MI Kalbar, Fadzar Alimin menjelaskan, pemulangan WNI dari Malaysia ke daerah asalnya ini disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya bekerja tidak sesuai kontrak dan masalah dokumen imigrasi.

“Ini ada yang berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Lampung, serta Singkawang. Dari Sulawesi Selatan hasil penindakan Polres Kapuas Hulu karena CPMI tidak prosedural,” katanya.

Fadzar mengatakan, pihaknya segera memulangkan mereka ke daerah asal. Sembari menunggu jadwal keberangkatan, mereka ditempatkan sementara waktu di shelter BP3MI Kalbar.

“Mana yang memungkinkan lebih dulu akan segera kita lakukan proses pemulangan,” pungkasnya. (arf)

Editor : izak-Indra Zakaria