Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jarang Terjadi, Putussibau Heboh Diguncang Gempa

Syahriani Siregar • 2024-03-30 08:00:00
Photo
Photo

Warga Kapuas Hulu di beberapa wilayah dalam kota kaget adanya kejadian diduga gempa yang terjadi Senin (25/3) lalu, sekitar pukul 19.00 Wib. Yanto, warga Putussibau menyampaikan bahwa getaran gempa yang dirasakan tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lama.  "Ada 10 detik guncangan terjadi tadi, " katanya.

Yanto awalnya mengira guncangan yang terjadi akibat adanya truk yang melintas. Namun, saat dirinya melihat di luar rumah, tetangganya dan warga sekitar juga keluar rumah. 

"Ternyata tetangga juga heboh dengan guncangan gempa tersebut, " ucapnya. Sementara itu, Novia seorang warga yang tinggal di Kedamin, Putussibau juga mengaku merasakan guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wib. 

"Foto-foto di dinding rumah saja ikut bergoyang saking kuatnya," tutur dia. Namun, kata Novia, gempa yang terjadi tersebut tidak terlalu lama, hanya beberapa detik saja. "Setelah itu tidak ada lagi getaran yang terjadi. Namun masyarakat sekitar sudah banyak yang keluar rumah," ucapnya. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangsuma Kapuas Hulu Ridwan Nugraha menyatakan gempa bumi yang terjadi pukul 18.54 WIB di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal," kata Ridwan Nugraha, menyampaikan keterangan pers secara tertulis  di Putussibau Kapuas Hulu, Kalbar, Senin malam.

Ridwan menjelaskan hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tektonik yang terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu memiliki parameter M=4.3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.14 LU dan 113.0 BT atau tepatnya berlokasi 34 kilometer Barat Laut Kapuas Hulu Kalimantan Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Menurutnya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat dengan intensitas III MMI.

Diketahui, Sesar adalah patahan pada lapisan penyusun bumi yang mengalami pergerakan. 

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk melintas," jelas Ridwan.

Dari hasil monitoring BMKG pukul 19.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Meskipun demikian, masyarakat di wilayah Kapuas Hulu dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat jangan panik dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," katanya. 

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengimbau agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," katanya. 

Selain itu, Fransiskus juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Terpenting selalu berdoa agar semua baik-baik saja dan tidak terjadi gempa susulan," pesan Fransiskus.

Sebagai informasi, guncangan gempa pernah terjadi beberapa hari belum lama ini pada Selasa (19/3) di Desa Jelemuk dan Desa Nanga Manday Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu.

Saat itu, guncangan terjadi kurang lebih tiga kali guncangan pertama sekitar pukul 02.00 WIB, guncangan kedua sekitar pukul 20.00 WIB dan terjadi guncangan lagi sekitar pukul 21.00 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi itu memiliki parameter M=4.3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.14 LU dan 113.0 BT, atau tepatnya berlokasi 34 km Barat Laut Kapuas Hulu Kalbar pada kedalaman 10 Km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal, " jelas Tony Agus Wijaya dari Stasiun Geofisika. 

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Kapuas Hulu dengan intensitas III MMI (*Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). 

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut, " ujarnya. 

Tony mengingatkan kepada masyarakat di wilayah Kapuas Hulu dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (fik) 

 

 

 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#gempa