PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan akan segera bertolak menuju wilayah perbatasan di Kabupaten Sanggau untuk meninjau langsung kondisi banjir yang melanda kawasan tersebut. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak akhir pekan lalu telah memicu luapan sungai yang merendam permukiman warga dan memutus jalur transportasi darat di beberapa kecamatan strategis.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengoordinasikan langkah penanganan darurat bersama pemerintah kabupaten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Berbagai bantuan logistik, termasuk stok pangan dari Bulog, telah disiapkan untuk segera didistribusikan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Gubernur menekankan bahwa bantuan akan dikirimkan secepat mungkin ke titik-titik yang membutuhkan intervensi mendesak.
Bencana banjir ini membawa dampak serius pada akses transportasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Terputusnya jalur darat lintas negara membuat pemerintah harus menyiapkan akses udara sebagai alternatif untuk mobilitas warga dan distribusi logistik. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kecamatan Sekayam, Entikong, Noyan, dan Beduai, di mana ketinggian air di beberapa lokasi sempat mencapai dua meter.
Berdasarkan laporan di lapangan, Kecamatan Sekayam mengalami dampak yang cukup luas, dengan ratusan rumah terendam di Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. Banjir juga melumpuhkan aktivitas ekonomi karena merendam Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Sekayam dan Entikong. Ketinggian air di ruas jalan utama tersebut mencapai lebih dari satu meter, sehingga kendaraan besar seperti truk tidak dapat melintas dan warga terpaksa menggunakan rakit atau perahu sebagai sarana transportasi sementara.
Meskipun kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai berangsur surut, aparat keamanan dari Kodim 1204/Sanggau, Satgas Pamtas, Polri, dan BPBD tetap bersiaga penuh selama 24 jam. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan dan segera melapor kepada petugas jika situasi di lingkungan mereka kembali memburuk. (*)
Editor : Indra Zakaria