SUNGAI RAYA – Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu kemunculan titik api di Kabupaten Kubu Raya. Pada Jumat (16/1), dua titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terdeteksi di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap, yang memaksa Tim Siaga gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman intensif.
Lokasi pertama berada di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, di mana api menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Kondisi ini sempat memicu kepanikan warga lantaran titik api hanya berjarak 70 meter dari area permukiman. Sementara itu, titik kedua melahap 1,5 hektare lahan gambut di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap.
Hingga Sabtu (17/1), personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, dan pemadam kebakaran masih berjibaku di lapangan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Langkah ini sangat krusial mengingat karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah, sehingga api berpotensi muncul kembali jika terkena embusan angin kencang.
Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, menegaskan bahwa penanganan Karhutla di wilayah ini menjadi prioritas nasional. Hal ini disebabkan posisi Kubu Raya sebagai pintu masuk utama Kalimantan Barat melalui Bandara Internasional Supadio.
"Kami terus berupaya maksimal melakukan pendinginan lahan. Keselamatan masyarakat adalah utama, dan kami harus memastikan objek vital nasional, yaitu Bandara Supadio, tetap bebas dari gangguan kabut asap agar aktivitas penerbangan tidak terganggu," ujar Ade saat meninjau lokasi, Sabtu (17/1).
Selain melakukan upaya pemadaman, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran di kedua lokasi tersebut. Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat risiko kesehatan dan dampak ekonomi yang sangat besar jika kabut asap mulai menyelimuti wilayah bandara dan sekitarnya.(*)
Editor : Indra Zakaria