MEMPAWAH – Peringatan dini bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini bergema di Kabupaten Mempawah. Setidaknya tiga kasus kebakaran lahan terdeteksi melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan terjadinya ancaman yang lebih masif.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah mencatat titik api pertama muncul sejak Jumat (16/1/2026) di Dusun Tekam, Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur. Kepala Bidang Damkar, Desvan, menyebutkan lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai satu hektare.
Situasi semakin mengkhawatirkan pada Sabtu (17/1/2026) ketika dua laporan kebakaran lahan tambahan masuk ke pihak otoritas. Di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, sebuah gudang bahkan ikut ludes dilalap si jago merah setelah api dari aktivitas pembakaran rumput sisa tebasan warga menjalar tak terkendali akibat faktor angin kencang dan cuaca panas.
Kasus serupa terjadi di Dusun Parit Kurus, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh. Kebakaran yang bermula dari aktivitas pembersihan lahan pada Kamis lalu terus membesar hingga Sabtu. Desvan menjelaskan bahwa kondisi tanah gambut di lokasi tersebut membuat api sangat sulit dipadamkan dan terus merembet ke lahan-lahan kosong di sekitarnya.
"Kondisi tanah gambut menyebabkan api dengan cepat meluas. Kami memperkirakan lebih dari satu hektare lahan telah hangus di Dusun Parit Kurus saja," ujar Desvan.
BPBD Mempawah kini terus berjaga dan melakukan penanganan maksimal di titik-titik rawan tersebut. Masyarakat diingatkan kembali untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat faktor angin kencang dan tanah gambut yang kering sangat rentan memicu kebakaran besar yang membahayakan permukiman.(*)
Editor : Indra Zakaria