Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

"Mama Jangan Sedih," Surat Pilu Siswi MTs di Kubu Raya Sebelum Akhiri Hidup Akibat Takut ke Sekolah

Redaksi Prokal • 2026-01-29 12:15:00
Anggota Polsek Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya mendatangi lokasi kejadian siswi MTs yang gantung diri pada Kamis (22/1). (ISTIMEWA)
Anggota Polsek Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya mendatangi lokasi kejadian siswi MTs yang gantung diri pada Kamis (22/1). (ISTIMEWA)

PROKAL.CO, PONTIANAK - Sebuah tragedi memilukan mengguncang Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, setelah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial C (13) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (22/1/2026). Di balik kepergiannya yang mendadak, remaja asal Pontianak ini meninggalkan sepucuk surat wasiat yang menyayat hati, mengungkap beban mental berat dan ketakutan mendalam yang ia pendam sendiri terkait masalah di lingkungan sekolahnya.

Dalam surat yang ditulis dengan tangan itu, C mengungkapkan rasa permohonan maaf yang tulus kepada sang ibu. Ia mengaku merasa telah mengecewakan keluarganya dan diliputi kecemasan luar biasa untuk menghadapi hari esok. Ungkapan "C takut ke sekolah" menjadi inti dari pesan tersebut, di mana ia merasa nama baiknya telah tercoreng setelah sempat dipanggil oleh guru dan kakak kelas pada hari sebelumnya. "Makenye C takut dan malu buat datang ke sekolah lagi," tulisnya dalam penggalan surat yang kini menjadi bukti kunci bagi kepolisian.

Meski diliputi keputusasaan, C sempat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ibunya yang ia nilai sebagai pendengar yang baik tanpa emosi. Ia meminta sang ibu untuk tetap bahagia dan tidak berlarut dalam kesedihan, sembari berharap agar kepergiannya tidak diramaikan atau melibatkan aparat hukum—sebuah permintaan yang menunjukkan betapa besar rasa malu yang ia rasakan. Namun, mengingat fatalitas kejadian tersebut, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap latar belakang tekanan psikologis yang dialami korban.

Kapolsek Sungai Kakap, Ipda Dollas Zimmi Saputra Nainggolan, mengonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Hingga saat ini, polisi telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Adrianus Ari, menambahkan bahwa dugaan sementara memang mengarah pada tekanan psikologis akibat persoalan di sekolah, meski penyebab pasti dari rangkaian peristiwa tersebut masih terus digali.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan para orang tua mengenai pentingnya literasi kesehatan mental serta deteksi dini terhadap gejala depresi pada remaja. Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga korban memilih untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan berharap mendapatkan ruang untuk berduka secara tenang. (*)

Editor : Indra Zakaria