Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalbar Waspada Campak: Ledakan Kasus di 2025 Jadi Alarm Keras Rendahnya Cakupan Vaksinasi

Redaksi Prokal • 2026-01-29 13:00:00
Kenali gejala awal campak dan cara pencegahannya. (PYFA HEALTH)
Kenali gejala awal campak dan cara pencegahannya. (PYFA HEALTH)

 

PONTIANAK- Campak kini bukan lagi sekadar penyakit ruam biasa bagi warga Pontianak, melainkan ancaman nyata yang tengah mengintai keselamatan anak-anak. Sejak tahun 2023, grafik penyebaran virus yang sangat menular ini terus menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan hingga mencapai puncaknya pada pertengahan 2025. Data terbaru dari RSUD Dr. Soedarso Pontianak mencatat sedikitnya 37 pasien harus menjalani rawat inap hanya dalam kurun waktu tiga bulan, antara Juni hingga Agustus 2025. Angka ini menjadi indikator kuat adanya transmisi komunitas yang masif di ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

Penelusuran medis mengungkap fakta pahit: mayoritas pasien yang mengalami kondisi berat ternyata tidak memiliki riwayat imunisasi yang lengkap. Fenomena ini bermula sejak awal 2023, di mana tercatat 307 kasus yang dipicu oleh minimnya cakupan vaksinasi dan pola paparan langsung di lingkungan rumah tangga yang padat. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) dituding menjadi celah utama bagi virus ini untuk kembali mewabah dan merenggut hak sehat balita di bawah usia lima tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa campak menyebar dengan sangat cepat melalui droplet atau percikan cairan saat penderita bersin dan batuk. Gejala awalnya menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, pilek, dan mata merah, namun dapat berubah menjadi fatal jika menyerang anak dengan kondisi gizi buruk. Tanpa perlindungan vaksin, campak dapat memicu komplikasi mematikan mulai dari pneumonia berat, diare akut yang menyebabkan dehidrasi, pembengkakan otak (ensefalitis), hingga kebutaan permanen.

Sebagai langkah pencegahan paling efektif, vaksinasi dua dosis tetap menjadi senjata utama yang tidak tergantikan. Merujuk pada data CDC, satu dosis vaksin MMR mampu memberikan perlindungan hingga 93 persen, sementara dua dosis meningkatkan efektivitasnya hingga 97 persen dalam mencegah infeksi. Strategi imunisasi rutin yang dikombinasikan dengan kampanye massal kini menjadi prioritas utama pemerintah untuk membendung laju penularan di kantong-kantong penduduk yang memiliki cakupan rutin rendah.

Otoritas kesehatan mengimbau para orang tua untuk tidak menunda pemberian imunisasi bagi buah hati mereka. Vaksin campak telah terbukti aman, efektif, dan digunakan secara global sejak tahun 1960-an. Di tengah situasi yang kian mendesak ini, kesadaran kolektif masyarakat untuk melengkapi status imunisasi anak menjadi satu-satunya cara untuk memastikan Pontianak kembali bebas dari bayang-bayang komplikasi mematikan virus campak.(*)

Editor : Indra Zakaria