Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sintang Diguncang Gempa Magnitudo 3,9 Akibat Aktivitas Sesar Adang

Redaksi Prokal • 2026-02-01 08:52:36
Episentrum gempa bumi teknonik Magnitudo 3.9 di Kabupaten Sintang pada Sabtu (31/1). (BMKG)
Episentrum gempa bumi teknonik Magnitudo 3.9 di Kabupaten Sintang pada Sabtu (31/1). (BMKG)

 

PROKAL.CO, SINTANG– Wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Sabtu siang, 31 Januari 2026, tepat pukul 13:50 WIB. Hasil analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,9.

Pusat gempa atau episenter terletak di darat pada koordinat 0,09° LU dan 111,76° BT, dengan jarak sekitar 87 kilometer ke arah timur Sekadau. Gempa ini tergolong dalam kategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 15 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas Sesar Adang. Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, getaran dirasakan nyata di wilayah Sintang dengan skala intensitas II-III MMI. Warga menggambarkan guncangan tersebut terasa seolah-olah ada truk besar yang sedang melintas di dekat rumah mereka.

Meski getaran sempat memicu perhatian warga, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh guncangan tersebut. BMKG juga melaporkan bahwa hingga pukul 14:17 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga disarankan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang membahayakan kestabilan struktur sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Rasmid menegaskan agar masyarakat selalu merujuk pada informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi untuk menghindari kesimpangsiuran informasi terkait fenomena alam ini. (*)

Editor : Indra Zakaria