Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kualitas Udara Memburuk, Aktivitas Luar Ruangan Sekolah di Pontianak Dihentikan Sementara

Redaksi Prokal • 2026-02-02 10:15:00
Kabut asap pekat menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Pontianak, saat malam hari, mengganggu jarak pandang pengendara.
Kabut asap pekat menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Pontianak, saat malam hari, mengganggu jarak pandang pengendara.

 

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak secara resmi menghentikan sementara seluruh kegiatan belajar di luar ruangan untuk siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Langkah tegas ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah Kota Pontianak akibat kabut asap dari kebakaran lahan yang mulai menyelimuti pemukiman.

Kebijakan tersebut secara khusus menyasar kegiatan yang memiliki intensitas fisik tinggi seperti pembelajaran olahraga dan berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler. Ketentuan ini telah diperkuat melalui surat resmi bernomor B/400.7.15.5/60/DISDIKBUD/2026 yang diterbitkan pada 30 Januari 2026 dan telah didistribusikan kepada seluruh kepala sekolah di penjuru kota.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan bahwa keselamatan kesehatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama di tengah kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Beliau menyatakan bahwa kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak sehat dalam beberapa hari terakhir sangat berisiko bagi sistem pernapasan anak-anak jika tetap dipaksakan beraktivitas di ruang terbuka.

Sebagai solusi sementara, Sri Sujiarti meminta pihak sekolah untuk memindahkan seluruh aktivitas fisik ke dalam ruangan yang lebih terlindungi. Selain itu, penggunaan masker kini menjadi kewajiban bagi seluruh warga sekolah selama berada di lingkungan satuan pendidikan. Para kepala sekolah juga diinstruksikan untuk melakukan pengawasan ketat secara langsung guna memastikan protokol kesehatan ini dijalankan dengan disiplin.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan juga meminta pihak sekolah secara aktif menjalin komunikasi dengan orang tua atau wali murid. Sri Sujiarti mengimbau agar para orang tua turut memantau pergerakan anak di luar jam sekolah dengan membatasi aktivitas luar rumah, menghindari keluar rumah pada malam hari, serta memastikan asupan cairan dan makanan bergizi bagi anak tetap terjaga guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah ancaman kabut asap.(*)

Editor : Indra Zakaria