PONTIANAK – Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan angka pertumbuhan mencapai 5,39 persen. Capaian ini menunjukkan tren positif yang signifikan karena lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,90 persen. Lonjakan ekonomi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muchamad Saichudin, dalam konferensi pers yang digelar di Pontianak.
Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Kalimantan Barat atas dasar harga berlaku telah menembus angka Rp328.569,51 miliar. Jika ditinjau dari sisi lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian menjadi primadona pertumbuhan dengan kenaikan luar biasa mencapai 31,48 persen.
Hal ini dipicu oleh produksi bijih bauksit yang melonjak hingga 167,59 persen serta pertumbuhan produksi alumina sebesar 18,31 persen. Meskipun sektor tambang tumbuh paling pesat, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap memegang peran krusial sebagai penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi terbesar sebesar 21,66 persen.
Pertumbuhan yang stabil juga terlihat pada sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 8,69 persen, sejalan dengan kenaikan nilai investasi konstruksi yang melonjak hingga 50,76 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, geliat ekonomi didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 3,39 persen, meskipun komoditas unggulan seperti CPO hanya mengalami peningkatan tipis sebesar 0,16 persen.
Ditinjau dari sisi pengeluaran, komponen impor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 41,75 persen. Namun, kekuatan utama penyangga ekonomi dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi mencapai 48,51 persen. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang menyentuh angka 5,39 persen ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen, sekaligus menempatkan provinsi ini sebagai salah satu wilayah dengan performa ekonomi paling dinamis di Indonesia. (*)
Editor : Indra Zakaria