SINGKAWANG – Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa MAN Model Singkawang. Selain memastikan penanganan medis bagi para korban, otoritas kesehatan kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, dr. Achmad Hardin, mengungkapkan bahwa laporan masuknya sejumlah siswa ke berbagai fasilitas kesehatan terjadi hampir bersamaan pada Jumat (6/2/2026). Para siswa mendatangi rumah sakit, klinik, hingga puskesmas dengan keluhan serupa setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (5/2) siang.
Berdasarkan data terkini, dari sekitar 906 siswa yang ada di sekolah tersebut, sebanyak 56 siswa terindikasi mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 hingga 31 siswa harus mendapatkan perawatan intensif, bahkan beberapa di antaranya terpaksa menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di wilayah Singkawang.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan telah menurunkan tim investigasi ke lapangan untuk mengambil sampel makanan. Sampel tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan sistem penyajian makanan di masa mendatang. dr. Hardin menekankan bahwa status kejadian ini masih bersifat dugaan sementara, mengingat dari ratusan siswa yang menyantap menu yang sama, hanya sebagian kecil yang menunjukkan gejala klinis.
Perbedaan reaksi tubuh ini diduga dipicu oleh kondisi fisik masing-masing siswa yang tidak sama, seperti sensitivitas lambung atau tingkat kekebalan tubuh terhadap zat tertentu. Meski demikian, pihak Dinkes belum bisa memberikan kepastian sebelum hasil laboratorium keluar secara resmi.
Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua untuk tetap tenang dan bersabar selama proses penanganan medis berlangsung. dr. Hardin menyatakan bahwa insiden ini merupakan musibah yang menjadi cambuk bagi pemerintah untuk melakukan pengetatan pengawasan terhadap penyedia jasa boga program MBG agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga.(*)
Editor : Indra Zakaria