SAMBAS – Sebuah peristiwa memilukan mengguncang masyarakat Kabupaten Sambas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Sambas, Ilham Jamaludin, dinyatakan meninggal dunia setelah terseret ombak saat berupaya menyelamatkan putranya, Hazil Abrar Alfaziri (20), di Pantai JS Resort Temajuk, Senin (16/2) sore. Sang anak pun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia keesokan harinya setelah pencarian intensif oleh tim gabungan.
Insiden ini bermula sekitar pukul 17.30 WIB ketika Hazil sedang berenang dan tiba-tiba terseret gelombang laut ke arah tengah. Melihat putranya dalam bahaya, Ilham secara spontan terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus justru menyeret keduanya hingga hilang dari pandangan keluarga dan warga yang berada di lokasi. Tubuh Ilham berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun nyawanya tidak tertolong meskipun telah dilarikan ke Puskesmas Temajuk.
Pencarian terhadap Hazil terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sintete, BPBD Sambas, TNI AL, Polsek Paloh, personel Pamtas, hingga masyarakat setempat. Setelah dilakukan penyisiran sejak Senin malam, jasad Hazil akhirnya ditemukan pada Selasa (17/2) pagi. Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, menyebutkan bahwa tim di lapangan menghadapi kendala berat berupa keterbatasan sinyal komunikasi serta arus laut yang bergerak cepat ke arah barat laut.
Suasana duka yang mendalam menyelimuti kediaman almarhum di Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. Jenazah Ilham Jamaludin disambut dengan isak tangis keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sejawat dari Satpol PP. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sambas, turut hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan bawahannya ini. Ayah dan anak tersebut rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman Sungai Pinang.
Kepergian Ilham Jamaludin meninggalkan kesan mendalam sebagai simbol pengorbanan seorang ayah yang mempertaruhkan nyawa demi anaknya. Tragedi ini juga menjadi pengingat keras bagi para wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi arus laut di pesisir pantai, terutama saat angin bertiup kencang dan gelombang laut tidak menentu demi menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria