KUBU RAYA – Merespons kondisi udara yang kian memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dansatbrimob Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Dede Rojudin, memerintahkan seluruh jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan. Personel Brimob dikerahkan untuk membagikan masker secara gratis kepada para pengguna jalan sebagai langkah proteksi dini terhadap kesehatan pernapasan masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini difokuskan pada titik-titik keramaian dan jalur utama yang terdampak asap pekat, termasuk di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar rumah, mengingat indeks kualitas udara di beberapa wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan level yang tidak sehat bagi paru-paru.
Iptu Janti Nainggolan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap situasi darurat lingkungan. Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan asap jangka panjang. Warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan lebih banyak beristirahat di dalam rumah guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Satbrimob Polda Kalbar menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mencakup aspek perlindungan kesehatan dan keselamatan warga dalam situasi bencana. Melalui pembagian masker ini, Brimob ingin menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi dampak langsung dari krisis lingkungan seperti kabut asap.
Dengan adanya langkah preventif ini, diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap perubahan kondisi udara dan disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri. Kepolisian berharap kolaborasi antara aparat dan warga dalam menjaga kesehatan ini dapat meringankan beban masyarakat Kalimantan Barat yang tengah berjuang menghadapi dampak buruk karhutla. (*)
Editor : Indra Zakaria