Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Urai Kemacetan Pontianak–Mempawah, Gubernur Ria Norsan Prioritaskan Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Kijing

Redaksi Prokal • 2026-03-02 06:45:00

AUDIENSI: Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima audiensi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Achmad Muchtasyar, membahas optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing.
AUDIENSI: Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima audiensi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Achmad Muchtasyar, membahas optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing.

 

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pontianak menuju Pelabuhan Internasional Kijing kini menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Proyek infrastruktur ini dinilai sebagai solusi krusial untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan hambatan logistik di jalur pesisir tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Norsan saat menerima audiensi Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, guna membahas optimalisasi operasional pelabuhan pada Jumat (27/2/2026). Menurut Gubernur, akses jalan bebas hambatan adalah prasyarat mutlak agar aktivitas peti kemas dapat berjalan aman tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.

“Prioritas kita adalah membangun jalan tol menuju Pelabuhan Kijing untuk mengurai kemacetan dari Pontianak ke Mempawah,” ujar Ria Norsan dalam pertemuan tersebut.

Norsan menjelaskan bahwa penggunaan jalan umum untuk angkutan berat peti kemas saat ini sangat berisiko, baik dari sisi teknis jalan maupun keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia menilai kapasitas jalan masyarakat yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung volume logistik internasional.

“Supaya Pelabuhan Kijing mampu menerima peti kemas untuk dipindahkan, akses jalan tol sangat diperlukan. Beban berat kendaraan pengangkut peti kemas akan lebih aman jika melewati jalan tol. Jika melalui jalan masyarakat, selain belum memadai, potensi kemacetan dan kecelakaan juga tinggi,” jelasnya.

Meski Pelabuhan Kijing telah melayani ekspor curah dan kargo tertentu, Gubernur mengakui operasionalnya belum maksimal karena kendala bottleneck pada akses jalan. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa memaksakan arus peti kemas besar melalui jalur biasa.

“Sekarang sudah beroperasi, tetapi belum maksimal. Kelengkapannya juga harus dipenuhi, dan masalah jalan tol ini tidak bisa kita paksakan melalui jalan biasa karena pasti macet,” tegas Norsan.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus bersinergi dengan Pelindo untuk mencari skema investasi yang paling tepat guna mempercepat proyek ini. “Kita berupaya secepat mungkin mencari investor jalan tol. Siapa yang paling siap dan cepat, itulah yang akan kita dorong,” tutupnya.

Senada dengan Gubernur, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, memandang Pelabuhan Kijing sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Namun, ia sepakat bahwa daya saing pelabuhan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung yang representatif.

“Kami menganggap Kijing sebagai motor penggerak ekonomi, tidak hanya di Kalimantan Barat tetapi juga nasional. Karena itu, prospeknya harus didukung dengan kelengkapan utama, terutama akses jalan yang memadai untuk peti kemas,” ujar Achmad Muchtasyar.

Editor : Indra Zakaria