PONTIANAK – Kabar gembira bagi warga Kalimantan Barat yang berencana pulang ke kampung halaman pada momen Lebaran mendatang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi menyiapkan program Mudik Gratis 2026 (1447 Hijriah) dengan menyediakan sebanyak 33 unit armada bus untuk melayani masyarakat.
Program strategis ini akan melayani 12 rute perjalanan dari Kota Pontianak menuju berbagai kabupaten di seluruh penjuru Kalimantan Barat. Jadwal keberangkatan serentak telah ditetapkan pada tanggal 18 Maret 2026, dengan kuota yang disesuaikan dengan kapasitas armada yang tersedia.
Pelaksanaan mudik gratis ini didukung penuh oleh sinergi lintas instansi, mulai dari Polda Kalimantan Barat, PT Jasa Raharja, Perum DAMRI, hingga Dinas Perhubungan Kota Pontianak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada koordinasi teknis di titik keberangkatan guna memastikan kenyamanan pemudik.
“Dishub Kota Pontianak membantu koordinasi teknis di lapangan agar proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar. Polda Kalbar mendukung dari sisi pengamanan, Jasa Raharja terkait perlindungan penumpang, dan DAMRI sebagai operator armada,” ujar Trisna Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Masyarakat yang berminat dapat mulai melakukan pendaftaran tujuh hari sebelum jadwal keberangkatan. Mengingat kuota yang terbatas, calon pemudik diharapkan segera menyiapkan dokumen identitas diri untuk proses registrasi. Pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal resmi Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Polda Kalbar, kantor Jasa Raharja, maupun kantor DAMRI.
Trisna juga menambahkan bahwa detail operasional akan terus diperbarui mendekati hari pelaksanaan agar tidak terjadi penumpukan di lokasi tertentu.
“Informasi terkait lokasi keberangkatan serta ketentuan teknis lainnya akan kami sampaikan kembali menjelang hari keberangkatan,” pungkasnya.
Program Mudik Gratis ini diharapkan dapat menekan angka penggunaan kendaraan roda dua untuk perjalanan jarak jauh, sekaligus memberikan solusi transportasi yang aman, nyaman, dan ekonomis bagi masyarakat Kalimantan Barat dalam merayakan hari kemenangan. (*)
Editor : Indra Zakaria