Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Suhu Ekstrem Picu Karhutla, Polisi Perketat Pemantauan Lahan Gambut di Pontianak

Redaksi Prokal • 2026-03-07 15:30:00

ilustrasi karhutla
ilustrasi karhutla

Aparat kepolisian di Kota Pontianak terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Di tengah suhu udara yang mencapai 38 hingga 39 derajat Celsius selama sepekan terakhir tanpa turun hujan, sejumlah titik api mulai bermunculan di beberapa kecamatan. Menanggapi situasi ini, personel kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memastikan titik api benar-benar padam, terutama di kawasan yang memiliki karakteristik tanah gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

Salah satu fokus pemantauan dilakukan oleh Polsek Pontianak Selatan di kawasan Jalan Parit Cahaya Baru hingga Komplek Disbun 2, Kelurahan Bangka Belitung Darat. Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, menjelaskan bahwa meski api utama sudah tidak terlihat, pemantauan intensif tetap diperlukan karena bara api masih ditemukan mengeluarkan asap dari dalam tanah. Karakteristik gambut yang memungkinkan api menjalar di bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri, sehingga pihak kepolisian terus mengingatkan warga untuk waspada dan tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api.

Kondisi serupa juga melanda wilayah Pontianak Utara, tepatnya di kawasan Jalan Flora, Kelurahan Batulayang. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (4/3) tersebut sempat menyulitkan petugas karena hembusan angin yang sangat kencang. Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Aris Candra, mengungkapkan bahwa selain faktor angin, akses menuju titik api di tengah hutan yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Beruntung, berkat sinergi antara kepolisian dan pemadam kebakaran swasta, api akhirnya berhasil dilokalisir setelah melalui perjuangan selama beberapa jam.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah kebakaran yang terjadi murni karena faktor alam akibat cuaca panas yang menyengat atau ada unsur kesengajaan manusia. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus diperkuat guna mencegah potensi kebakaran susulan yang dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Warga diimbau untuk berperan aktif melaporkan adanya titik panas (hotspot) agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas tak terkendali.(*)

Editor : Indra Zakaria