KETAPANG- Kematian tragis akibat virus rabies kembali dilaporkan terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seorang warga Desa Jelayan, Kecamatan Tumbang Titi, mengembuskan napas terakhir setelah terinfeksi virus mematikan tersebut melalui gigitan anjing peliharaannya sendiri. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya laten rabies yang sering kali dianggap sepele pada tahap awal.
Peristiwa nahas ini bermula pada Desember 2025, saat korban, seorang perempuan, hendak memberi makan anjing peliharaannya. Tanpa diduga, hewan tersebut menggigit tangannya. Meski pihak keluarga sudah menyarankan agar korban segera mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), korban menolak karena merasa luka yang diderita hanya luka ringan. Ketidaktahuan akan masa inkubasi virus membuat korban tetap beraktivitas normal selama satu bulan lebih tanpa penanganan medis.
Kondisi korban mulai memburuk secara drastis pada pertengahan Februari 2026. Gejala klinis khas rabies, seperti fobia terhadap air (hydrophobia), mulai muncul hingga akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit pada 11 Februari. Sayangnya, karena virus sudah menyerang sistem saraf pusat, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 17 Februari 2026. Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, mengonfirmasi bahwa secara klinis gejala yang dialami pasien memang mengarah kuat pada rabies.
Ironisnya, karena minimnya informasi pada saat kejadian, pihak keluarga sempat menjual anjing yang menggigit korban tanpa menyadari bahwa hewan tersebut telah terjangkit virus. Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan Ketapang segera mengambil langkah cepat dengan memberikan vaksinasi kepada keluarga korban serta melakukan penyisiran vaksinasi pada hewan peliharaan warga di sekitar lokasi untuk memutus rantai penularan. Masyarakat pun kembali diimbau untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat jika mengalami gigitan hewan penular rabies, sekecil apa pun luka yang dialami.(*)
Editor : Indra Zakaria