Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sekda Kalbar Melayat ke Rumah Duka Santri Irfan Zaki, Tekankan Evaluasi Pengawasan di Sekolah

Redaksi Prokal • 2026-03-14 07:45:00

Sekda Kalbar, Harisson menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Irfan Zaki Azizi saat melayat di rumah duka di Kota Pontianak, Jumat (13/3). (ISTIMEWA)
Sekda Kalbar, Harisson menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Irfan Zaki Azizi saat melayat di rumah duka di Kota Pontianak, Jumat (13/3). (ISTIMEWA)

PONTIANAK- Dukungan moril terus mengalir bagi keluarga almarhum Irfan Zaki Azizi (16), santri yang meninggal dunia dengan dugaan luka lebam di wajah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, hadir langsung melakukan takziah ke rumah duka di Kota Pontianak pada Jumat, 13 Maret 2026. Kedatangan Harisson tidak hanya kapasitasnya sebagai pejabat pemerintahan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas keluarga besar organisasi.

Harisson, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Wilayah KAHMI Kalbar, memberikan simpati khusus mengingat ibu almarhum merupakan Ketua FORHATI Kabupaten Kayong Utara. Kehadirannya menjadi simbol empati mendalam serta dukungan moral bagi keluarga besar KAHMI dan FORHATI yang sedang dirundung duka atas musibah yang menimpa remaja tersebut. "Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya siswa ini," ungkapnya di sela-sela kunjungan.

Mengenai spekulasi penyebab kematian korban yang diduga akibat penganiayaan, Harisson memilih untuk bersikap hati-hati. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sepenuhnya menyerahkan proses ini kepada aparat penegak hukum dan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan resmi. Menurutnya, kepastian hukum sangat penting agar fakta sebenarnya dapat terungkap tanpa melalui asumsi liar yang berkembang.

Meskipun masih menunggu proses hukum, Sekda Kalbar memberikan catatan keras bagi institusi pendidikan di wilayahnya. Ia menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Pihak sekolah diminta untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi anak didik, baik saat mengalami sakit maupun dalam situasi lain yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar. Evaluasi pengawasan ini diharapkan menjadi langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria