PONTIANAK — Persiapan matang mulai dilakukan manajemen Bandara Internasional Supadio dalam menyambut gelombang pemudik Lebaran 1447 Hijriah. Pengelola bandara memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar tiga persen dibandingkan tahun lalu, dengan titik tertinggi pergerakan masyarakat diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Supadio, M. Joko Wahyudi, menjelaskan bahwa pada puncak arus mudik H-2 tersebut, jumlah penumpang diproyeksikan menembus angka 11.835 orang. Sementara itu, untuk puncak arus balik yang jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026 atau H+7 Lebaran, diperkirakan akan melayani sekitar 10.610 penumpang.
Tren peningkatan ini menurut Joko sangat dipengaruhi oleh momentum libur sekolah yang bertepatan dengan periode mudik, sehingga mobilitas masyarakat dari dan menuju Kalimantan Barat meningkat signifikan. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan tiket untuk beberapa rute favorit seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Yogyakarta, dan juga Batam. Selain faktor mudik keluarga, pergerakan mahasiswa dan perantau di Pontianak menjadi motor utama padatnya jadwal penerbangan musim ini.
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah maskapai telah mengambil langkah strategis dengan mengajukan penerbangan tambahan. Super Air Jet tercatat menambah frekuensi rute Pontianak–Yogyakarta untuk periode 13 hingga 16 Maret, sementara Pelita Air turut menambah jadwal rute Pontianak–Jakarta khusus pada hari puncak arus mudik tanggal 19 Maret mendatang.
Pihak pengelola bandara memastikan bahwa seluruh fasilitas terminal dan personel telah disiagakan untuk menjamin kenyamanan serta keamanan penumpang. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara terus diperkuat agar proses keberangkatan maupun kedatangan berjalan efisien. Terkait potensi kendala teknis seperti keterlambatan atau pembatalan jadwal, Joko menegaskan bahwa manajemen operasional di lapangan tetap menjadi kewenangan penuh masing-masing maskapai yang bersangkutan.(*)
Editor : Indra Zakaria