Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arus Mudik Kalbar 2026: Ribuan Warga Manfaatkan Mudik Gratis dan Layanan Transportasi Terpadu

Redaksi Prokal • 2026-03-16 12:53:11

MUDIK VIA KAPAL: Penumpang turun dari kapal yang baru tiba di Pelabuhan Pontianak, Sabtu (14/3). Sebagian di antaranya merupakan perantau yang kembali ke Kalimantan Barat setelah melakukan perjalanan
MUDIK VIA KAPAL: Penumpang turun dari kapal yang baru tiba di Pelabuhan Pontianak, Sabtu (14/3). Sebagian di antaranya merupakan perantau yang kembali ke Kalimantan Barat setelah melakukan perjalanan

Geliat arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat mulai terasa signifikan. Berbagai moda transportasi—darat, laut, hingga udara—telah bersiaga penuh menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Salah satu yang paling dinanti adalah program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang akan melepas keberangkatan 1.200 pemudik dari halaman Kantor Gubernur pada 18 Maret 2026 mendatang.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menjelaskan bahwa sebanyak 33 unit bus telah disiapkan untuk melayani 12 rute menuju berbagai kabupaten. Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa pascasarjana seperti Fuza Firdaus Zhan, yang merasa sangat terbantu dalam menekan biaya perjalanan pulang kampung di tengah kenaikan permintaan tiket.

Di sektor transportasi darat komersial, Perum DAMRI Cabang Pontianak mengerahkan kekuatan penuh dengan menyiagakan 64 unit armada yang melayani 20 rute pelayanan. General Manager DAMRI Pontianak, Ahmad Bukhari, memastikan seluruh kendaraan telah melewati pemeriksaan teknis (ramp check) menyeluruh dan perawatan di workshop Terminal ALBN Ambawang untuk menjamin keamanan selama operasional.

"Untuk rute jarak jauh di atas 400 kilometer, kami menugaskan dua pengemudi dalam satu kendaraan demi menjaga standar keselamatan," ujar Ahmad Bukhari. Saat ini, rute-rute menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, hingga rute antarprovinsi menuju Pangkalan Bun dan Palangka Raya, mulai menunjukkan lonjakan permintaan tiket yang cukup tajam. Puncak arus mudik darat sendiri diprediksi akan terjadi bersamaan dengan jadwal mudik gratis pada 18 Maret nanti.

Lonjakan penumpang juga terpantau di jalur laut melalui Pelabuhan Pontianak. Para perantau mulai berdatangan kembali ke Bumi Khatulistiwa, menambah kepadatan aktivitas di terminal kedatangan. Sementara itu, di wilayah perbatasan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas mencatat kenaikan pelintas harian yang menembus angka 1.000 orang per hari pada pekan kedua Maret.

Pihak pengelola PLBN Aruk bersama unsur CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) telah berkoordinasi erat dengan aparat keamanan untuk menyiapkan posko terpadu. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi puncak arus pelintas batas negara yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran, memastikan setiap pemudik dari Malaysia maupun warga lokal dapat melintas dengan tertib dan aman. (*)

Editor : Indra Zakaria