Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Denyut Perekonomian Bandara Berpindah

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-12-12 12:35:52

BANJARBARU - Baru dua hari terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor dipindahkan, perubahan di kawasan terminal lama dan yang baru sudah cukup signifikan. Daerah di sekitar terminal baru tampak mulai ramai. Sedangkan, di dekat bangunan bandara lama menjadi sangat sepi.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, di kawasan terminal baru bandara Rabu (11/12) kemarin sudah ada sejumlah parkir inap kendaraan yang buka. Selain itu, di dekat gerbang masuk bandara juga ramai dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang menjual aneka jenis makanan dan minuman dengan menggunakan gerobak.

Sementara di area terminal lama: di sepanjang Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, suasananya terlihat sepi. Jauh berbeda dibandingkan terminal bandara masih ada di sana. Di mana, saat itu hilir mudik kendaraan sangat ramai.

Selain tampak lebih sepi, beberapa parkir inap kendaraan yang ada di sana juga mulai tutup. Bahkan, ada salah satu toko yang sebelumnya digunakan untuk loket parkir inap terlihat dipasangi tulisan "disewakan".

Melihat kondisi itu, nampaknya nadi perekonomian di kawasan bandara sudah berpindah ke area terminal baru. Seiring dengan berpindahnya sejumlah usaha yang ada di sekitar terminal lama.

Berpindahnya sentra perekonomian kawasan bandara diakui Rahmatullah, pemilik parkir inap kendaraan yang sudah dua hari buka di kawasan terminal baru. "Jelas pindah karena di sana sekarang sudah sepi. Semua usaha pindah ke sini. Seperti halnya saya," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar tujuh parkir inap kendaraan yang buka di area terminal baru bandara. Menurutnya, jumlah itu nantinya akan terus bertambah. "Mungkin nanti yang buka bisa sampai 15 lebih," ungkapnya.

Lanjutnya, sebagian besar parkir inap kendaraan yang buka merupakan pindahan di tempat yang lama. Mereka pindah, supaya bisa lebih dekat dengan terminal baru. "Sudah sejak lima tahun lalu kami beli tanah di sini. Supaya bisa pindah ke sini," ujarnya.

Selain pindahnya parkir inap, munculnya sejumlah PKL di sana juga menegaskan bahwa nadi perekonomian di dekat terminal baru mulai menguat. Bukan hanya itu, di kawasan itu juga dikabarkan ada sejumlah penginapan dan hotel yang akan dibangun.

Informasi tersebut disampaikan Surianyah, salah seorang PKL yang sedang berjualan makanan dan minuman di dekat gerbang terminal baru. "Tambah ramai di sini Mas. Nanti katanya ada hotel dan penginapan juga," paparnya.

Dia sendiri mengaku berjualan di area terminal baru sejak Selasa (10/12) tadi. "Coba berjualan di sini, karena ramai didatangi orang. Apalagi kalau sore, banyak yang nongkrong di sini," ujarnya.

Hasil yang dia dapatkan pun lumayan, Surianyah menyebut pada hari pertama berjualan dirinya sudah mendapatkan penghasilan sekitar Rp400 ribu. "Lumayan dibandingkan jualan di bandara lama," sebutnya.

Sebelum ke terminal baru, Suriansyah mengaku berjualan di Jalan Hercules, Kelurahan Syamsudin Noor yang berdekatan dengan bandara lama. Namun, lantaran di sana sudah sepi akibat perpindahan terminal dia pun memilih ikut pindah. "Mudah-mudahan berjualan di sini (area terminal baru) tidak dilarang. Jadi, kami bisa berlama-lama mencari rezeki di sini," harapnya.

Sementara itu, mengenai informasi bakal ada hotel baru yang akan dibangun di akses bandara baru, Kepala Disperkim Banjarbaru Muriyani membenarkan hal itu.

Dia menyampaikan, hingga kini sudah ada satu hotel yang mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB) berdekatan dengan terminal baru bandara. "Yang masuk baru punyanya Pak Martinus, yakni Efa Hotel," bebernya.

Terminal Baru Kekurangan Tempat Sampah

Sementara itu, baru dibuka Selasa (10/12) tadi, terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor menuai keluhan. Hal itu dikarenakan masih ada beberapa fasilitas yang dianggap masih kurang tersedia di sana. Salah satu yang paling kentara ialah tempat sampah.

Memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi, bangunan berjuluk Jewel of Borneo tersebut sangat minim tempat sampah. Sehingga, para penumpang kesulitan jika ingin membuang sesuatu.

Sulitnya mencari tempat sampah di terminal baru diakui Rahmad, salah satu penumpang yang Rabu (11/12) kemarin berangkat ke luar daerah melalui bangunan baru tersebut. "Iya, tempat sampahnya masih sedikit. Sehingga, jarak antar tempat sampah sangat berjauhan. Jadi, susah kalau mau membuang sampah," katanya.

Menurutnya, ketersediaan bak sampah harusnya bisa lebih diperbanyak guna menjaga kebersihan bangunan terminal baru. "Soalnya, kalau minim bak sampah begini takutnya ada penumpang yang membuang sampah sembarangan. Karena tidak menemukan di mana bak sampahnya," ujarnya.

Selain tempat sampah, kurang tersedianya toilet di terminal baru bandara juga menuai keluhan. Keluhan tersebut diutarakan Anggota DPRD Kabupaten Banjar Irwan Bora yang kebetulan Selasa (10/12) baru tiba dari Jakarta. "Saat saya baru mendarat, saya mencari toilet di terminal kedatangan ternyata agak susah. Dan ada beberapa yang belum dibuka," ujarnya.

Namun, dia mengaku memaklumi hal itu dan yakin dalam waktu dekat pengelola bandara akan segera membenahi fasilitas yang dianggap masih kurang. "Karena baru beroperasi, menurut saya wajar lah jika masih ada beberapa kekurangan," bebernya.

Irwan sendiri merasa takjub dengan terminal baru Bandara Syamsudin Noor, karena jauh lebih megah dibandingkan bangunan yang lama. "Luar biasa megah. Secara fisik bangunan, tidak kalah dengan bandara-bandara lainnya," ucapnya.

Sementara itu, terkait adanya beberapa keluhan dari penumpang, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menyampaikan bahwa pihaknya kini sedang menampung semua keluhan yang disampaikan masyarakat. "Keluhan kami tampung untuk perbaikan pelayanan Mas," katanya.

Seperti halnya minimnya ketersediaan tempat sampah, dia mengaku sudah menerima keluhan itu. "Dan memang ketersediaan tempat sampah di terminal baru masih terbatas. Nanti segera akan kami lengkapi," pungkasnya. (ris/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bandara syamsudin noor