BANJARMASIN - Proses perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) telah berakhir. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin sudah mengumumkan 15 nama yang lolos.
Artinya, 15 orang itu tinggal bekerja. Mengawasi proses jalannya Pilwali 2020 mendatang. Agar tak ada kecurangan atau pelanggaran dalam bentuk apapun.
Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar berharap besar pada 15 nama yang terpilih itu. Agar mereka menjalankan tugas dengan baik. Tentu dengan kejujuran. Tak menaruh kepentingan apapun dalam pekerjaannya.
“Kami berharap mereka dapat menjaga integritas dan profesionalisme. Amanah ini wajib ditunaikan untuk pilkada yang benar-benar berkualitas,” harapnya.
Artinya, Panwascam benar-benar harus bersih. Tak condong apalagi memihak kepada warna atau calon manapun. Sama halnya seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.
Menurut Yasar, peran Panwascam begitu vital. Karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan peserta Pilkada.
“Sama halnya Bawaslu. Mereka juga punya tugas mengawasi. Jika ada pelanggaran, harus bertindak tegas,” jelasnya. Intinya, jangan sampai masuk angin.
Perlu diketahui, pada tahap pendaftaran lalu, ada 173 pelamar yang mendaftar. Datang dari berbagai kalangan.
Dari 173 lamaran yang masuk, Bawaslu lalu menyaringnya menjadi 163. Karena 10 tak lolos syarat administrasi.
Sisanya menjalani serangkaian tes. Dari ujian sampai tes wawancara. Berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari.
Hingga akhirnya terpilih 15 nama. Tiap kecamatan ditempatkan masing-masing tiga orang. Masa jabatan mereka berdurasi hingga 2020 nanti.
Yasar menyebut, dari 15 nama terpilih, delapan diantaranya mantan anggota Panwascam pada Pileg dan Pilpres lalu, sisanya wajah baru.
“Dalam perekrutan ini, kami tetap memperhatikan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Ada empat perempuan yang terpilih,” pungkasnya. (nur/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin