Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Politik Banjarbaru: PAN Mengarah ke Petahana, Tersisa Gerindra dan PKB

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 18 Juli 2020 - 18:28 WIB
BEREMBUK: Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari saat memaparkan peta politik Banjarbaru kepada Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin beberapa waktu lalu. PAN dipastikan kuat bakal merapat ke petahana usai di level Pilgub partai ini berkoalisi dengan Golkar | Foto:
BEREMBUK: Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari saat memaparkan peta politik Banjarbaru kepada Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin beberapa waktu lalu. PAN dipastikan kuat bakal merapat ke petahana usai di level Pilgub partai ini berkoalisi dengan Golkar | Foto:

BANJARBARU - Koalisi Golkar-PAN mengusung Sahbirin-Muhidin di Pilgub Kalsel memberi efek domino ke politik di tingkat kabupaten/kota. Termasuk kontestasi pilwali di Kota Idaman.

Golkar telah memutuskan mengusung pasangan petahana; Nadjmi-Jaya lewat SK DPP nya.

DPD PAN Banjarbaru, meski belum mendeklarasikan bakal mengusung siapa dengan kekuatan dua kursi di DPRD. Tetapi, kans petahana menggandeng PAN jadi terbuka lebar.

Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mengakui memang masih menunggu instruksi DPP PAN. Tetapi ia sendiri melihat koalisi Golkar-PAN di level Pilgub, adalah pertanda yang jelas, pihaknya harus merapat kemana di Pilwali.

“Koalisi di Provinsi berkemungkinan besar terjadi juga di Banjarbaru. Lantaran pilkada yang digelar serentak membuat infrastruktur partai akan lebih efektif jika satu garis (dengan koalisi Pilgub)," ungkapnya.

Tetapi Emi menyebut, saat ini belum ada komunikasi politik formal antar kedua partai di di Banjarbaru. "Setelah SK DPP keluar, maka kita akan bicarakan soal teknis pemenangan pasangan yang diusung," ujarnya.

Sedangkan dengan petahana, Emi mengakui ada komunikasi intens. "Kita sudah lakukan beberapa kali komunikasi. Dan selalu kita tegaskan soal koalisi Golkar-PAN seusai koalisi di provinsi terbangun," pungkasnya.

Isyarat masuknya PAN masuk dalam koalisi petahana, membuat kekuatan politik pasangan Nadjmi-Jaya semakin besar. Saat ini saja, mereka sudah mengantongi tiket dari empat parpol: NasDem, PKS, Golkar dan PDI Perjuangan dengan total kursi parlemen sebanyak 14 kursi.

Terbaru Partai Demokrat Banjarbaru dengan satu kursi di DPRD Banjarbaru, memastikan akan merapat ke petahana juga.

Sekarang, tersisa dua parpol yang akan masih berpeluang mengubah konstelasi politik di Banjarbaru, yakni Gerindra (6 kursi) dan PKB (3 kursi).

Sementara untuk PPP (4 kursi) memutuskan untuk abstain di Pilwali ini. Setelah Ketua PPP Kalsel Aditya Mufti Ariffin yang sempat mencalonkan diri sebagai wali kota berpasangan dengan Iwansyah, mengundurkan diri.

Terpisah, Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririek Sumari menyebut pihaknya belum bisa memastikan kemana arah dukungan. Alasannya masih menunggu SK dari pusat.

"Seharusnya bulan ini sudah turun SK, namun akibat pandemi ini ada penundaan. Jadi kita belum bisa umumkan merapat ke mana," jawabnya.

Tapi tenang, meskipun petahana berhasil memborong semua dukungan partai. Pilkada Banjarbaru masih mungkin diikuti dua pasangan. Karena saat ini ada calon perseorangan Edy Saifuddin dan Astina Zuraida yang sudah menyetorkan 16 ribu dukungan dan tengah menjalani proses verifikasi di KPU Banjarbaru.

Tahap verifikasi sendiri telah berakhir pada 12 Juli lalu dan sekarang memasuki tahapan rekapitulasi di tingkat Kecamatan sampai tanggal 19 Juli.

Menurut Ketua KPU Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat, sejauh ini belum ada temuan kejanggalan atas data dukungan. "Kita belum dapat laporan lengkap dari PPS. Tapi tentu ini nanti kita umumkan," ujarnya seperti diberitakan Rabu (15/7) tadi. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik