Siapa sangka, nama Banjarbaru yang kini sudah dikenal luas sebenarnya hanyalah kode untuk proyek pembangunan. Nama Banjar Baru hanya sebagai pembeda dari Banjar Lama yang sudah ada.
Kota Banjarbaru resmi berdiri di tahun 1999 sebagai kotamadya. Ini ditandai berdasarkan terbitnya Undang-Undang No 9 di tahun serupa yang juga menegaskan Banjarbaru berpisah dengan Kabupaten Banjar. Sebelum resmi jadi kotamadya, sejarah Banjarbaru terbilang cukup panjang. Di tahun 1951 an, saat itu Gubernur Kalimantan dr Murdjani mengusulkan untuk merancang sebuah daerah bernama Gunung Apam menjadi Kota Banjarbaru.
Sebagai informasi, wilayah Banjarbaru dulu dikenal dengan nama Gunung Apam. Dulunya wilayah ini adalah perbukitan d wilayah pinggiran Martapura yang kerap jadi tempat peristirahatan buruh-buruh penambang intan Cempaka.
Karena seringnya penambang intan beristirahat, lambat laun warung-warung mulai berdiri. Salah satu jualan favoritnya yakni kue Apam sehingga daerah tersebut dinamakan Gunung Apam dan mulai hadir pemukiman warga.
Gubernur dr Murdjani dibantu oleh seorang perencana asal Belanda yakni Van Der Pijl, secara perlahan desain Kota Banjarbaru mulai tampak sekaligus diusulkan menjadi ibu kota Kalimantan Selatan. Namun di perjalanannya, usulan pemekaran Banjarbaru tak ujug-ujug mudah. Beberapa kali tuntutan ini mendapat penolakan. Hingga di tahun 1968, Banjarbaru akhirnya resmi menjadi kota administratif.
Hingga lambat laun, nama Banjarbaru mulai digunakan dalam hal administrasi dan keperluan lainnya.Sampai sekarang, nama yang hanya didapuk sementara ini malah menjadi permanen. (rvn)
Editor : izak-Indra Zakaria