Pemko Banjarmasin Didesak Segera Atasi Sampah Kertas
izak-Indra Zakaria• 2023-01-07 11:32:03
MENUMPUK: Gundukan berkas tidak terpakai dibiarkan menumpuk di depan musala Balai Kota Banjarmasin. | FOTO: M FADLAN ZAKIRI
Selain sampah plastik, Pemerintah Kota (Pemko) juga diminta fokus pada pengurangan penggunaan kertas. Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi mendesak hal itu lantaran pemko masih terpaku pada metode lama dengan mencetak semua dokumen ke dalam bentuk hardcopy alias di atas kertas.
Alhasil, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut penyumbang terbanyak sampah kertas di Kota Banjarmasin datang dari sektor pemerintahan. “Buktinya semua pembuatan dokumen dan arsip yang dilakukan Pemko selama ini sangat besar menyumbang sampah kertas,” ucapnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Rabu (4/1) petang.
Menurutnya, di era digital sekarang lembaran kertas yang menumpuk itu bisa diminimalkan menggunakan teknologi. Misalnya dengan memakai format PDF. “Bentuk PDF kan bisa. Itu lebih simpel dan rapi,” ungkapnya. “Apalagi Banjarmasin ramai-ramai menggaungkan smart city. Kalau masih pakai kertas, artinya program itu hanya sebatas di ucapan saja,” tukasnya.
Afrizal meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menginventarisir berapa besar potensi sampah kertas yang ada sekarang. Selain itu, mencari cara bagaimana penanggulangannya. “Kami di DPRD akan berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalkan setiap usulan anggaran terkait biaya cetak-mencetak ini,” ujarnya. “Coba bayangkan, jika pola cetak-mencetak ini diubah ke digital. Miliaran rupiah anggaran pengadaan kertas di setiap SKPD bisa kita alihkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.
Selain bisa menghemat anggaran, Afrizal menilai pengurangan pemakaian kertas juga bisa meminimalkan terjadinya gangguan kesehatan masyarakat. Bukan tidak mungkin kertas bekas dokumen yang terbuang itu akan digunakan kembali untuk membungkus makanan. Menurutnya, itu akan sangat membahayakan bagi masyarakat. “Kita tidak tahu apakah kertas bekas yang dipakai itu steril dari zat-zat berbahaya, atau tidak,” ingatnya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengaku bahwa usulan yang disampaikan Afrizal merupakan terobosan baru untuk dijalankan di lingkungan Pemko Banjarmasin. Wahyu mengakui bahwa DLH memang belum ada program yang secara spesifik mengarah ke pengurangan penggunaan kertas.
Wahyu yakin sebenarnya pemko sudah bisa menjalankan pola digitalisasi dalam setiap pemberkasan. Seperti surat-menyurat, absensi rapat, dan perjanjian kerja. Namun hal itu diakuinya tidak dilakukan secara full, alias masih banyak kegiatan yang menggunakan kertas. “Hal ini tentu jadi catatan bagi kami. Supaya program seperti itu ke depan bisa diterapkan secara menyeluruh di lingkungan Pemko Banjarmasin,” ungkapnya.
Sebelum mengajukan program tersebut, ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghitung seberapa besar potensi sampah kertas yang dihasilkan dari kegiatan pemerintah. “Program ini memang sudah dipikirkan oleh kepala dinas. Jadi pelan-pelan kita inventarisir potensi sampah kertas di tempat kita dulu,” tuntasnya.(zkr/gr/dye)