Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Keindahan Danau Lubuk Pandu di Kotabaru, Cermin Dewa di Belakang Kantor Polisi

izak-Indra Zakaria • 2023-06-24 11:18:43
SEPERTI KACA: Lubuk Pandu masuk dalam aliran Sungai Lintingan. Berada di balik kantor Polsek Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru. Pada akhir pekan, di sini selalu ramai pelancong. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN
SEPERTI KACA: Lubuk Pandu masuk dalam aliran Sungai Lintingan. Berada di balik kantor Polsek Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru. Pada akhir pekan, di sini selalu ramai pelancong. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

Polisi muda itu membenamkan kepalanya ke dalam air. Sekian lama menyelam, ketika menyembul, seolah semua masalah sirna dibasuh air dingin menyegarkan dari kaki Pegunungan Meratus.

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

AIR dari Pegunungan Meratus yang belum tercemar tambang itu sudah tak diragukan lagi kejernihannya. Tapi Sungai Lintingan yang mengalir di Desa Siayuh Kecamatan Kelumpang Barat Kabupaten Kotabaru berbeda. Tidak cuma jernih. Warnanya juga biru kehijauan. Permukaannya seperti kristal.Ketika sedang tenang, dasar sungai terlihat jelas. “Aku jadi ingat film zaman dulu. Ini seperti danaunya para dewa dewi,” ujar Kapolsek Kelumpang Barat, Iptu Hendrie Ade AS kepada Radar Banjarmasin.

Dia tidak ngecap. Beberapa tahun silam, penulis sering main ke sana. Jika Anda punya imajinasi yang kuat plus penyuka kisah-kisah horor, warna air sungai ini seperti cermin gaib. Sewaktu-waktu seorang dewi bisa keluar dari sana.

Hendrie berenang di semacam danau kecil di belakang kantornya. Danau itu sebenarnya bagian dari aliran Sungai Lintingan yang dalam dan membulat. Namanya Danau Lubuk Pandu. Biasanya Hendrie bersama kolega dan keluarganya main ke sini. “Di kolam renang kan happy tuh. Tapi di sini beda, kita seperti merasakan kemurahan alam,” ujarnya.  Di Kotabaru, bahkan mungkin di Kalimantan Selatan, keindahan air danau ini memang tiada duanya.

Sebenarnya, baru-baru ini saja Lubuk Pandu naik daun. Setelah beberapa pembuat konten menayangkan videonya di YouTube.

Sekarang, pada akhir pekan, Lubuk Pandu selalu ramai dengan pelancong. Para remaja seolah berlomba mengunggah foto dan video Lubuk Pandu ke sosial media.Lubuk Pandu memiliki danau-danau kecil, ada yang jauh masuk ke dalam hutan. “Ini kalau tidak dikelola sayang sekali,” ujar Hendrie. Penulis pun menodongnya. Dia kan polisi, mestinya bisa menggerakkan masyarakat sekitar untuk memajukan wisata itu.

Untungnya dia mengangguk. “Sedang berjalan ke arah sana. Kami dan tokoh masyarakat beberapa kali berdialog,” akunya.

Oh iya, jika Anda ingin ke sana cukup mudah. Lokasi danau itu persis berada di belakang kantor Polsek Kelumpang Barat. Mapolsek ini mudah dicari karena berada persis di tepi jalan nasional.

Jika ke sana, ada baiknya pada siang hari dan ketika cuaca sedang cerah.Kalau sedang mendung, kejernihan danau akan memantulkan suasana muram dari langit di atasnya. Seperti cermin.Untuk jangka panjang, pemerintah daerah harus benar-benar memastikan kawasan hulu Sungai Lintingan tidak dibalak atau ditambang. Jika itu terjadi, habislah….

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru, Risa Ahyani belum lama tadi kepada penulis mengatakan, sampai saat ini pemkab berkomitmen mengembangkan destinasi wisatanya.Pertimbangannya sederhana, jika perekonomian bersandar pada pertambangan batu bara saja, lambat laut akan habis dikeruk. Wisata adalah pilihan rasional untuk masa depan.

Sayangnya, diakuinya, anggaran daerah masih terbatas untuk mengembangkan semua potensi wisata yang dimiliki Kotabaru. Sementara ini, masih terfokus ke destinasi yang kadung terkenal. Misalnya Gunung Mamake, Siring Laut, Meranti dan Teluk Temiang.

Data berbicara, terjadi peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun. Hasil pengamatan penulis, Teluk Temiang adalah jujukan yang kerap didatangi pelancong secara berkala. Jika di Lubuk Pandu kita bisa menatap wajah dewa-dewi bermain di awan, maka di Teluk Temiang kita bisa melihat sang penjaga siang tenggelam di ujung barat. Itulah Kotabaru, darat dan lautnya memang menawarkan banyak pesona. (gr/fud)

Editor : izak-Indra Zakaria