BANJARBARU - Tahun 2018 Kota Banjarbaru meraih gelar Adipura. Ini penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup di Kota Idaman.
Anugerah ini pun tentu harus dipertahankan Pemko Banjarbaru. Bahkan kalau bisa meraih Adipura Kencana, yang levelnya lebih tinggi dari Adipura biasa.
Untuk meraihnya jelas tidak mudah. Tahun 2018, gelar Adipura Kencana hanya diraih kota Surabaya.
Perlu inovasi dan komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk meriahnya. Salah satunya adalah gerakan mengurangi produksi sampah plastik.
Melirik hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru mewacanakan sesuatu. Salah satunya kata Kepala Dinas LH Banjarbaru, Sirajoni adalah ingin menerapkan pembatasan sampah plastik sejak usia ini.
Caranya? Sirajoni menyebut akan mencoba menerapkan sistem angkutan pelajar gratis berbasis lingkungan.
Sebagaimana saat ini Banjarbaru sudah punya sarana angkutan pelajar gratis.
"Memang upaya pengurangan sampah itu harus dibudidayakan dari anak-anak. Karena generasi muda inilah yang harus dimunculkan jiwa sadar cinta lingkungan tersebut," paparnya.
Nantinya katanya, para pelajar yang akan naik angkutan pelajar akan diminta membayar biaya transportasi dengan sampah plastik.
Sebagaimana yang sudah diterapkan oleh Pemko Surabaya.
"Wacana ini masih kami godok. Jadi tarif angkutan nanti dari sampah kering plastik, seperti botol-botol minuman," kisahnya.
Namun menerapkan hal ini sebutnya bukan sekadar asal putuskan. Perlu kajian dan dukungan dari dinas lain.
Sebut saja Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perhubungan yang memang terlibat di dalam kebijakan ini nantinya.
"Kita akan koordinasi dan bekerja sama dengan Disdik serta Dishub untuk hal ini. Semoga dalam waktu dekat bisa mulai diatur," ujarnya.
Terakhir, Sirajoni mengakui memang hal ini perlu sistem dan teknis yang matang. Agar tidak membuatnya jadi sesuatu yang ribet bahkan jadi polemik baru.
"Intinya kita ingin mengedukasi anak-anak dan juga masyarakat dengan langkah ini. Karena sampah plastik ini cukup besar, hampir 40 persen dari 110 ton sampah yang disumbang Banjarbaru setiap hari," tuntasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin