Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Orang Tua Murid Tidak Terima Anaknya Dijambak Oknum Guru Olahraga

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 16 Februari 2019 - 16:52 WIB

BANJARBARU - Dugaan sikap kasar seorang oknum guru kepada muridnya jadi perhatian. Salah seorang orang tua siswa di SDN 5 Guntung Manggis Banjarbaru melayangkan keberatan kepada pihak sekolah.

Kepada wartawan, orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dikorankan ini bercerita bahwa anaknya diduga dijambak oleh seorang oknum guru.

"Iya, kata anak saya dijambak rambutnya oleh seorang guru mata pelajaran olahraga pada hari Rabu (13/2)," ceritanya.

Untuk kronologis singkatnya, orang tua siswa ini mengatakan bahwa saat itu anaknya tengah selesai mengikuti mata pelajaran olahraga. Lalu masuk ke kelas dan minum lantaran kehausan.

Saat itu oknum guru ini memanggil siswa tersebut. Namun si anak seperti tidak mendengar dan bengong saat dipanggil.

"Iya dipanggil guru tersebut, ia bengong kondisinya. Didatangi gurunya tadi dan rambutnya dijambak sembari ditegur," ceritanya.

Anak ini sendiri kisah awalnya tidak bercerita soal kejadian dugaan dijambak tersebut.

"Saya tahu dari orang tua siswa lain kalau anak saya dijambak. Setelah saya tanya anak saya, ia baru bercerita, awalnya diam dia," ungkapnya.

Atas sikap seorang oknum guru tersebut. Orang tua siswa ini melayangkan keberatan ke pihak sekolah.

"Tadi (15/2) ada pertemuan dengan Kepsek. Untuk menandatangani surat perjanjian kalau guru tersebut tidak bakalan mengulangi perbuatannya ke depannya. Saya tidak mau menandatanganinya, saya keberatan anak saya dibegitukan," curhatnya.

Terkait hal ini, Kepala Sekolah SDN 5 Guntung Manggis Banjarbaru, Rosinawati tak menampik bahwa ada orang tua siswa yang keberatan atas sikap salah seorang guru di sekolahnya.

"Memang ada laporan dari orang tua tentang keberatan sikap guru yang mengajar Matpel olahraga. Sudah di mediasi dan pertemuan. Selanjutnya kita akan menanggapi dan mendalami ini juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menindaklanjutinya," jawab Kepsek.

Ditanya soal adanya dugaan menjambak, Rosinawati menegaskan jika hal tersebut tidak benar.

"Tidak ada menjambak kalau dari penuturan guru yang bersangkutan. Yang pasti laporan Ortu ini akan kita tanggapi," tegasnya.

Sementara itu, guru yang diduga melakukan penjambakan kepada siswanya dengan tegas membantah hal tersebut. Saat bersedia diwawancarai Radar Banjarmasin, ia meyakinkan bahwa dugaan menjambak itu salah paham.

"Tidak ada (menjambak). Memang saya menegur dia, tapi tidak ada menjambak. Tangan saya itu menyentuh kepala anaknya mengelus-elus, enggak ada menjambak seperti yang diceritakan," katanya.

Ditegaskannya lagi bahwa sebagai seorang guru ia tidak terbersit, apalagi niat sedikitpun untuk melakukan sikap kasar kepada anak muridnya.

"Saat itu memang anak tersebut saya panggil beberapa kali tetapi tidak datang. Saya sambangi dan menasihati sembari memegang kepalanya, tapi tidak ada kekerasan atau jambakan itu," belanya

Saat ini sendiri, Kepala Sekolah terus melakukan penggalian informasi terkait adanya dugaan ini.

"Kita akan informasikan secepatnya apabila ada perkembangan. Kita mohon waktunya," izin Kepsek. (rvn/al/ram)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Banua umum #Banua Pendidikan