KOTABARU - Beberapa hari terakhir cuaca di pesisir Pulau Laut berubah ekstrim. Angin kencang dan hujan terkadang datang tiba-tiba.
Komisioner Bawaslu Kotabaru Akhmad Gafuri, Minggu (24/3) tadi sempat berputar-putar di atas langit Kotabaru. Sebanyak tujuh kali. Pesawat yang ia tumpangi dari landasan Banjarbaru tidak berani mendarat.
"Cuacanya ekstrim. Mutar-mutar pesawat sampai tujuh kali. Habis itu balik ke Banjarbaru. Isi bahan bakar baru terbang lagi ke Kotabaru," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (25/3) tadi.
Setelah isi bahan bakar, pesawat terbang lagi ke Kotabaru. Cuaca sudah teduh. Sekitar pukul 17.00 Gafuri dan para penumpang lainnya bisa mendarat di Bandara Gt Syamsir Alam Kotabaru.
Sekadar diketahui, pesawat yang ditumpanginya jenis Wings Air. Berangkat dari Banjarbaru sekitar pukul 14.30.
Sementara itu, sekitar seminggu belakangan ini, Kepala BMKG Kotabaru Cucu Kusumayancu terus mengabarkan siaran peringatan dini. Senin petang kemarin, peringatan kembali disiarkan. Isinya warga diminta waspada potensi angin, hujan dan petir sore hari di kawasan Pulau Laut.
Angin kencang memang menjadi momok di kawasan Kotabaru tiap tahun. Selalu ada terdengar tiap tahunnya rumah rusak karena angin. Tanggal 18 Maret tadi, dari laporan BPBD Kotabaru, empat buah rumah di Pulau Sembilan rusak berat dihantam angin.
Pulau Sembilan adalah gugusan pulau-pulau kecil di ujung selatan Kotabaru. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makasar. "Rumah-rumah yang terdampak itu berada persis di tepi pantai. Angin datang dari laut," ujar Kalaksa BPBD Rusian Ahmadi Jaya.
Bantuan katanya sudah dikirimkan ke pulau. Dia pun menyarankan warga tidak membangun rumah terlalu dekat dengan pantai. Karena sejauh ini rumah-rumah yang rusak posisinya memang berada di pesisir.
Dari pantauan wartawan, sore kemarin awan tebal dan angin kencang berembus di pesisir pusat kota. Beberapa warga memanfaatkan momen itu dengan swafoto.
Sementara beberapa pedagang sibuk memperbaiki tenda warung mereka. Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto meminta warga tetap waspada. Dan memantau informasi dari BMKG. "Jika ada kejadian segara kabarkan ke aparat terdekat," ujarnya.
Syafriansyah warga yang tinggal di Kecamatan Pulau Laut Barat mengatakan, aktivitas nelayan di sana berkurang karena angin kencang. "Beberapa hari ini nelayan jarang melaut. Ikan jadi mahal lagi," ungkapnya. (zal/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin