Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terbakar, Pelayanan Puskesmas Kayutangi Dialihkan

miminradar-Radar Banjarmasin • 2019-05-10 09:47:35

BANJARMASIN - Lumpuh total. Begitulah kondisi pelayanan medis di Puskesmas Kayutangi setelah diamuk si jago merah, kemarin (9/5) pagi.

Sebelumnya pada hari Rabu malam, sekitar pukul 19.00 Wita, kebakaran hebat kembali terjadi di Jalan Cemara Raya.

Dari keterangan saksi, titik api bermula dari rumah dinas bidan yang sudah lama tak berpenghuni dan merembet ke puskesmas. Kobaran api menghanguskan 60-70 persen bangunan Puskesmas.

"Tadi kami lihat api muncul dari dari belakang Puskesmas, tepatnya rumah dinas bidan yang sudah lama tak berpenghuni. Itu sudah dalam keadaan membesar, api semakin menjadi karena pada saat itu angin cukup kencang," ujar saksi Arif dan Farhan.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina beserta jajaran dari Dinas Kesehatan Banjarmasin meninjau lokasi kebakaran paginya. Maklum fasilitas ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah yang diambil adalah memindahkan pelayanan ke Puskesmas Sungai Jingah dan Puskesmas S Parman sejak kemarin pagi. Aktivitas di Puskesmas Kayutangi sebelumnya cukup padat. Tiap harinya bisa melayani 100-150 pasien.

"Pelayanan kesehatan dipindah sampai kembali bisa berfungsi seperti semula. Mudah-mudahan bisa kami anggarkan di APBD Perubahan nanti untuk DED-nya," terang Ibnu Sina. Tenaga medis Puskesmas Kayutangi juga dipindah ke Puskesmas Sungai Jingah dan S Parman untuk membantu pelayanan medis di sana.

Setelah meninjau lokasi, Ibnu menginginkan pembangunan Puskesmas Kayu Tangi nanti akan digeser sedikit ke belakang. Masih ada lahan yang bisa digunakan. Bekas puskesmas yang terbakar akan dibongkar, dan dijadikan lahan parkir.

"Nanti akan kami relokasi. Supaya lahan parkir akan lebih teratur. Sebelumnya lahan parkir masih kurang," tegasnya.

Kepala Puskesmas Cemara, Siti Khadijah mengungkapkan tidak hanya gedung rusak berat. Begitu juga peralatan kerja medis, ada rusak terbakar dan ada pula rusak karena basah.

"Kemungkinan buruk yang basah tadi pasti rusak. Kalau yang terbakar sudah pasti (rusak, Red)," ucap Siti Khadijah, usai membereskan barang-barang puskesmas yang bisa diselamatkan, kemarin.

Dalam insiden itu ruang Puskesmas yang lebih dulu disambar api di lantai dua. Di dalamnya ada Ruang Kepala Puskesmas, Kesehatan Lingkungan dan Tata Usaha, serta ruang pemeriksaan mata dan aula.

"Alat pemeriksaan mata terbakar, karena posisinya di atas. Kabarnya api lebih dulu menjadi-jadi di atas setelah api membakar rumah dinas. Sedangkan alat medis gigi basah, dan tak mungkin lagi bisa digunakan,” bandingnya.

Pihak puskesmas rencananya akan mengontrak gedung.

"Tadi Pak Wali Kota datang. Beliau meminta bagaimana pelayanan tetap harus dilakukan. Ya ini kami masih mencari tempat insya Allah jika tak ada halangan Senin depan akan menggunakan gedung kontrakan. Rencananya sih di Jalan Adiyaksa, tak jauh dari POM bensin," beber Siti.

Menurut Siti, upaya itu harus dilakukan mengingat permintaan pelayanan di Puskesmasnya sangat tinggi.

"Untuk sementara warga diarahkan ke Puskesmas Sungai Jingah dan S Parman," sebutnya.
Gedung puskesmas berusia 18 tahun setelah direhab total tahun 2001 silam.

"Terpaksa pendataan baru, berkas data pasien ada yang basah dan terbakar. Intinya kami memikirkan bagaimana layanan bisa tetap jalan," tuntasnya.(mr-154/lan/at/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Pemerintahan