Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tantang Paman Birin, Pangeran Khairul Saleh Siap Maju Independen

miminradar-Radar Banjarmasin • Selasa, 11 Juni 2019 | 06:50 WIB

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel belum mendapat jadwal resmi tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Kalsel 202 mendatang dari KPU RI. Meski demikian, nama-nama yang bakal maju sudah mulai mencuat.

Sebut saja Khairul Saleh, pria yang lolos ke senayan pada Pemilu baru-baru tadi itu sudah ancang-ancang maju sebagai calon gubernur. Dia adalah penantang satu-satunya sang petahana, Sahbirin Noor yang dipastikan akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.

Sebagai petahana, Sahbirin mendapat banyak "kemewahan". Partai Golkar Kalsel yang dipimpinnya bisa mengusung calon sendiri. Bermodal 12 kursi DPRD Kalsel, Golkar sudah memenuhi syarat mengusung calon gubernur.

 Itu belum lagi suntikan dukungan dari partai politik lain. Seperti PDI Perjuangan, PPP, PKS, PAN dan Partai Gerindra yang pada tahun 2015 lalu mengusung dan mendukung dirinya maju sebagai calon gubernur. Sahbirin digadang bakal mendapat dukungan pula dari PKB.

Kepada Radar Banjarmasin, pria yang akrab disapa Paman Birin itu mengatakan, tekadnya sudah bulat untuk maju kembali. “Maju lagi,” tuturnya singkat usai Halal Bihalal ASN Pemprov kemarin. Mengenai siapa yang bakal mendampinginya, Sahbirin masih belum menyebut nama. “Belum ditentukan pasangannya,” tutur Sahbirin sambil berlalu.

Sahbirin tak lagi bisa berpasangan dengan Rudy Resnawan, wakilnya saat ini. Rudy sudah dua kali menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel. Sebelumnya dia menjadi wakil dari mantan Gubernur Rudy Arifin. Sesuai aturan, dia dibatasi hanya dua periode.

Lalu siapa pasangan potensial Sahbirin? Santer beredar kabar Sahbirin akan berpasangan dengan Ketua DPW PAN Kalsel, H Muhidin. Nama yang terakhir disebut ini adalah mantan kompetitornya di Pilkada 2015 lalu. Saat itu, Muhidin hampir saja berhasil mengungguli suara Sahbirin. 

Sayangnya, Muhidin hingga berita ini ditulis, tak bisa dihubungi. Kabar dari pengurus PAN, mantan Walikota Banjarmasin itu sedang berada di Hongkong. “Beliau baru datang tanggal 21 mendatang,” beber salah seorang pengurus PAN.

Bagaimana dengan Khairul Saleh? Caleg DPR RI terpilih dari PAN ini mengaku sudah berniat akan maju. jika tak diusung partai, dirinya akan maju melalui jalur independen. “Lihat dulu perkembangan satu tahun ke depan ini,” tuturnya sembari meminta restu kepada masyarakat Kalsel.

Modal terpilih sebagai anggota DPR RI di Pemilu tadi sebutnya, sebagai bukti masyarakat menaruh harapan kepada dirinya. “Saat ini masih saya pikirkan. Yang penting restu masyarakat. Kalau masyarakat mendukung saya untuk maju, kenapa tidak?” imbuhnya.

Memilih maju melalui jalur independen bisa dikatakan strategi yang tepat. Khairul Saleh sendiri belajar dari kesalahan lima tahun sebelumanya. Pada Pilkada 2015 lalu, beberapa partai politik sudah mengklaim siap mengusung dirinya. Seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PKS dan PBB.

Namun, di menit-menit akhir partai politik tersebut mengalihkan dukungan ke Sahbirin Noor. Hanya PBB yang tersisa mendukung. Namun, karena minim kursi sebagai syarat. Alhasil, dirinya pun harus gigit jari tak bisa maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalsel.

Meski demikian, Khairul Saleh tak terlalu mempermasalahkan hal itu.

“Pengalaman tahun 2015 lalu saya lepas (mencalonkan diri), setelah membina partai politik selama 5 tahun. Tapi inilah resiko politik,” tutupnya. (mof/ay/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik