Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pilwali Banjarbaru, PDIP: Pintu Kami Terbuka Lebar

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 3 Juli 2019 - 16:03 WIB

BANJARBARU - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak memang masih lama. Tepatnya September tahun 2020. Namun atmosfer kontestasi persiapannya sudah mulai berdenyut.

Bahkan dari sekarang, topik politik menjelang Pilkada makin santer terdengar. Baik secara personal politisi ataupun partai politik.

Diprediksi tak jauh beda dari Pilkada sebelumnya. Pilwali (Pemilihan Walikota) dan wakilnya di Banjarbaru akan syarat kontestan. Berbagai koalisi partai politik (Parpol) untuk mengusung dan memenangkan Paslon (pasangan calon) dapat dipastikan akan terjadi.

Memang, meski kemungkinan tahapan pencalonan digelar pada April 2020. Nama-nama yang kemungkinan masuk bursa kandidat Pilkada Banjarbaru beberapa waktu terakhir santer terdengar.

Yang kuat dapat dipastikan, kubu Petahana Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya S tak akan pecah kongsi. Dari nama lain, sebut saja juga putra mantan Gubernur Kalsel yang juga Anggota DPR RI periode 2014-2019, Aditya Mufti Ariffin.

Lalu, nama Ketua DPRD Banjarbaru yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru AR Iwansyah turut disebut-sebut bakal berlaga. Apalagi statusnya sebagai ketua DPRD dipastikan runtuh.

Tak hanya nama-nama yang sudah familiar beberapa waktu belakangan ini. Timbul juga nama mantan Sekda Kota Banjarbaru, Syahriani Syahran dikabarkan maju. Mengingat ia juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Banjarbaru. Yang notabene perolehan enam kursi dari Partai besutan Prabowo Subianto ini membuat Gerindra bisa mencalonkan sendiri kadernya maju di Pilkada.

Memang hingga saat ini belum ada yang mendeklarasikan positif maju ataupun menyebutkan koalisi parpol. Akan tetapi beberapa Parpol mulai pasang kuda-kuda menghadapi gejolak Pilkada.

Salah satunya adalah DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Banjarbaru. Partai berlogo banteng ini memang belum menyatakan sikap secara resmi.

Sebab menurut ketua DPC PDIP Banjarbaru, Joko Triyono. Pihaknya akan menunggu hingga tanggal 8 Juli. "Untuk sekarang menjawab belum bisa. Kita menunggu rapat di tingkat DPD pada 8 Juli soal langkah di Pilkada," katanya.

Secara komunikasi politik, Joko juga menjawab belum ada mengarah ke sana. Baik dari pihak PDIP ataupun calon koalisi yang merapat ke PDIP. "Kalau formal belum ada. Begitupun secara non formal belum begitu ada. Paling cuman obrolan santai saja," jawabnya.

Saat ini PDIP Banjarbaru punya kekuatan tiga kursi di legislatif. Yang mana angka ini lumayan untuk merajut koalisi ataupun sebagai modal dirayu oleh koalisi.

Bahkan Joko mengatakan jika PDIP tidak menutup kemungkinan membuka pintu selebar-lebarnya. "Saya pikir sangat terbuka dengan semua parpol. Kita juga tidak bisa mengusung sendiri, jadi terbuka," tambahnya yang turut menilai jika koalisi yang terjadi di pusat ataupun Pilgub tak begitu memengaruhi di tingkat kota.

Namun tegasnya semua kembali lagi kepada keputusan saat Rakor nanti. Baik itu untuk menjalin koalisi ataupun soal rencana mengusulkan kader untuk meramaikan bursa Calon maupun Calon Wakil Walikota di Pilkada nanti.

"Kalau ditanya apakah ada kader yang akan diusulkan, kita belum memastikan. Juga belum menggelar rapat internal. Saat ini kita akan memantau bagaimana perkembangannya dahulu," sebutnya.

Namun berdasarkan tradisi sebelumnya. DPC kata Joko biasanya akan coba menyodorkan beberapa nama untuk dipertimbangkan di tingkat DPD hingga pusat. "Keputusan juga ada di pusat. Bisa itu melihat sosok figur yang diusulkan ataupun dari survei internal dan eksternal," ucapnya.

Sebelum menutup wawancara, Radar Banjarmasin coba menanyakan soal sikap personalnya. Apakah akan tertarik maju kembali di Pilkada seperti di tahun 2015 atau hanya menjadi penonton. "Tidak dulu (untuk maju di Pilwali 2020)," jawabnya singkat.

Diketahui sendiri, Joko pernah mencalon jadi Calon Walikota di Pilkada 2015. Menggandeng Soegeng Soesanto, Joko hanya mampu mendulang suara sebanyak 23,73 persen atau setara 20.674 suara. (rvn/ram/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik