BANJARMASIN – Pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 10 asal Kalteng sempat tertunda (delay) 13 jam. Penyebabnya karena permasalahan teknis pada pesawat. Meski demikian, hal ini tidak sampai berpengaruh pada JCH kloter selanjutnya.
“Alhamdulillah tidak terganggu dan sesuai protap semula,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, H Noor Fahmi, Rabu (24/7).
Jadwal semula kata Fahmi, JCH Kloter BDJ 10 diberangkatkan Selasa (23/07) pukul 22.40 Wita, namun karena kendala teknis tersebut JCH Kloter BDJ 10 baru diberangkatkan Rabu (24/7) siang pukul 12.05 Wita.
Sebagai kompensasi keterlambatan tersebut, Garuda Indonesia menyiapkan konsumsi tambahan bagi JCH selama menunggu keberangkatan. Saat berada di asrama haji Embarkasi Banjarmasin dalam masa karantina 24 jam, JCH mendapat 3 kali makan dan 2 kali makanan ringan. Karena ada perubahan jadwal, Garuda menanggung makanan JCH.
Hanya memang panitia harus menyiapkan kloter berikutnya di aula penerima asrama haji. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan jamaah. Saat kloter BDJ 10 proses boarding, kloter BDJ 11 diterima di aula penerimaan sehingga aman untuk penempatan akomodasi. Selanjutnya, ketika kloter 11 boarding Kamis (25/7), kloter Kalteng berikutnya baru masuk asrama.
“Insya Allah jadwal akan normal kembali pada saat keberangkaran kloter 13,” katanya.
Informasi terakhir diterima Fahmi, sudah ada 4 kloter JCH gelombang pertama asal Kalsel memasuki kota Mekah untuk melaksanakan umrah wajib.
“Dari laporan petugas kita yang di sana, meski cuaca sangat panas berkisar 45 derajat pada siang hari, semua jemaah dalam kondisi sehat,” pungkasnya (gmp/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin